Liputan6.com, Jakarta - Memiliki mobil elektrifikasi bukan berarti keluarga yang gemar melakukan perjalanan jauh harus selalu memikirkan lokasi stasiun pengisian daya. Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE menawarkan pendekatan berbeda melalui teknologi elektrifikasi yang memadukan sensasi berkendara mobil listrik dengan mesin bensin sebagai sumber pembangkit listrik.
Teknologi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE yang dipamerkan PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) di ajang GIIAS 2026.
Mengusung konsep Family Adventure, Nissan menampilkan X-Trail e-POWER with e-4ORCE bersama sejumlah perlengkapan camping.
Penampilan ini sekaligus menggambarkan karakter SUV tersebut yang tidak hanya dirancang untuk menunjang mobilitas sehari-hari, tetapi juga perjalanan bersama keluarga hingga aktivitas luar ruang.
Nissan X-Trail sendiri merupakan salah satu model legendaris Nissan yang kini mendapatkan sentuhan teknologi elektrifikasi.
Pada generasi terbarunya, karakter sebagai SUV keluarga tetap dipertahankan dengan tambahan teknologi e-POWER dan sistem penggerak seluruh roda e-4ORCE.
Berbeda dari sistem hybrid konvensional, mesin bensin 1,5 liter turbo pada Nissan X-Trail e-POWER tidak digunakan untuk menggerakkan roda secara langsung.
Mesin tersebut berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik. Energi listrik yang dihasilkan kemudian digunakan motor listrik untuk menggerakkan kendaraan.
Dengan konsep tersebut, pengemudi tetap mendapatkan karakter respons dan akselerasi khas motor listrik tanpa harus mengisi baterai menggunakan charger eksternal.

Teknologi elektrifikasi X-Trail semakin menarik karena dibekali dua motor listrik yang bekerja pada roda depan dan belakang.
Motor listrik depan menghasilkan tenaga 203 PS, sedangkan motor belakang mampu menghasilkan 135 PS. Kombinasi tersebut membuat X-Trail e-POWER with e-4ORCE mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,2 detik.
Sementara itu, sistem e-4ORCE bertugas mengatur distribusi tenaga antara roda depan dan belakang secara presisi.
Sistem ini juga mengoptimalkan pengereman pada masing-masing roda sehingga kendaraan diklaim lebih stabil dan responsif ketika melewati berbagai kondisi jalan.
Pengemudi juga dapat memilih lima mode berkendara, yakni Eco, Auto, Sport, Snow, dan Off-Road. Pilihan tersebut membuat karakter kendaraan dapat disesuaikan dengan kondisi perjalanan, mulai dari penggunaan sehari-hari hingga ketika menghadapi medan yang lebih menantang.
Untuk berkendara di perkotaan, Nissan turut membekali X-Trail dengan e-PEDAL 2.0. Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi sekaligus perlambatan kendaraan melalui pedal akselerator dengan menyesuaikan tekanan kaki.
Bukan hanya performa yang menjadi perhatian. Sebagai SUV keluarga, X-Trail e-POWER with e-4ORCE juga menawarkan kabin yang mengutamakan kenyamanan.
Mobil ini dibekali kursi Anti-Gravity, panoramic sunroof, serta Tri-Zone Climate Control.
Sistem hiburan didukung layar digital dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, sementara pengisian perangkat dapat dilakukan melalui fitur wireless charging.
Tidak hanya itu, untuk kebutuhan membawa barang, X-Trail menyediakan kapasitas bagasi hingga 575 liter. Kursi belakang dapat dilipat rata sehingga ruang penyimpanan bisa diperluas ketika keluarga membawa perlengkapan dalam jumlah lebih banyak.
Pendekatan ini menjadi salah satu keunggulan X-Trail e-POWER untuk penggunaan keluarga yang membutuhkan fleksibilitas perjalanan.
Pengemudi dapat menikmati karakter berkendara mobil listrik, sementara mesin bensin berperan sebagai sumber pembangkit listrik.
Teknologi elektrifikasi pada Nissan X-Trail e-POWER semakin menarik karena menggunakan dua motor listrik yang bekerja pada roda depan dan belakang.
Motor listrik di bagian depan menghasilkan tenaga 203 PS, sedangkan motor belakang memiliki output 135 PS.
Kombinasi tersebut membuat Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam waktu 7,2 detik.
Sementara itu, sistem e-4ORCE bertugas mengatur distribusi tenaga antara roda depan dan belakang secara presisi.
Sistem tersebut juga mengoptimalkan pengereman pada masing-masing roda. Dengan pengaturan itu, kendaraan diklaim dapat memberikan stabilitas dan respons yang lebih baik ketika melewati berbagai kondisi jalan.
Untuk menyesuaikan karakter berkendara, pengemudi dapat memilih lima mode, yakni Eco, Auto, Sport, Snow, dan Off-Road.
Pilihan mode tersebut memungkinkan karakter kendaraan disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, mulai dari penggunaan harian di perkotaan hingga menghadapi permukaan jalan yang lebih menantang.
Untuk mendukung penggunaan di kawasan perkotaan, Nissan juga membekali X-Trail e-POWER with e-4ORCE dengan teknologi e-PEDAL 2.0.
Fitur ini memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi sekaligus perlambatan kendaraan melalui pedal akselerator dengan menyesuaikan tekanan kaki.
Teknologi tersebut dirancang untuk membuat aktivitas stop-and-go di perkotaan menjadi lebih praktis, terutama ketika pengemudi harus berulang kali melakukan akselerasi dan perlambatan.
Sebagai SUV keluarga, Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE tidak hanya mengandalkan performa dan teknologi elektrifikasi.
Kenyamanan kabin juga menjadi salah satu perhatian. Mobil ini dibekali kursi Anti-Gravity, panoramic sunroof, serta Tri-Zone Climate Control.
Sistem hiburan didukung layar digital dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Pengguna juga dapat mengisi daya perangkat secara praktis melalui fitur wireless charging.
Untuk kebutuhan membawa barang, X-Trail memiliki kapasitas bagasi hingga 575 liter. Jika membutuhkan ruang penyimpanan tambahan, kursi belakang dapat dilipat rata sehingga kapasitas angkut bisa diperluas.
Fleksibilitas tersebut menjadi nilai tambah bagi keluarga yang membawa berbagai perlengkapan selama perjalanan, termasuk kebutuhan aktivitas luar ruang seperti camping.
Selain kenyamanan, aspek keselamatan juga menjadi bagian penting pada Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE.
SUV ini dilengkapi rangkaian teknologi Nissan Safety Shield, yang mencakup sejumlah fitur bantuan keselamatan dan pengemudi.
Beberapa di antaranya adalah Forward Emergency Braking, Blind Spot Warning, Intelligent Cruise Control, Lane Departure Warning, Blind Spot Monitoring, Rear Cross Traffic Alert, hingga Hill Descent Control.
Teknologi pengereman daruratnya juga memiliki kemampuan mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda. Fitur tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan kewaspadaan pengemudi terhadap potensi bahaya di sekitar kendaraan.
“Pencinta SUV saat ini tidak hanya mencari performa, tapi juga kenyamanan dan rasa aman di berbagai kondisi jalan. Itu sebabnya kami menghadirkan teknologi e-4ORCE,” ujar Bima Aristantyo, Head of Sales and Product Planning NMDI.
Dari sisi harga, Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE dipasarkan Rp 795 juta on the road (OTR) Jakarta. Nissan juga memberikan sejumlah paket perlindungan untuk memberikan ketenangan selama masa kepemilikan.
Konsumen mendapatkan gratis biaya perawatan selama 4 tahun atau 50.000 km, garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km, serta garansi baterai lithium-ion dan komponen e-POWER selama 5 tahun atau 100.000 km.
Dengan kombinasi sensasi berkendara mobil listrik, sistem penggerak AWD elektrik, kabin lapang, fitur keselamatan lengkap, serta fleksibilitas tanpa perlu melakukan pengisian daya eksternal, Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE mencoba menjembatani kebutuhan keluarga modern dan pecinta petualangan dalam satu kendaraan.
Konsep Family Adventure yang diusung Nissan pun terasa relevan dengan karakter tersebut. X-Trail tidak hanya diposisikan sebagai SUV untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga sebagai kendaraan keluarga yang siap menemani perjalanan jarak jauh maupun aktivitas luar ruang.