TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Insiden pohon tumbang terjadi di lintasan Jalan Raya Bandung-Cirebon, wilayah Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (9/8/2026) siang.
Tanaman pinus setinggi 10 meter tersebut roboh dan menghempas bentangan kabel listrik serta jaringan internet hingga menutupi area jalan secara penuh.
Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, meski pergerakan kendaraan dari arah Bandung menuju Sumedang dan sebaliknya sempat tersendat sebelum akhirnya lancar kembali pascaevakuasi oleh tim gabungan.
Danramil Tanjungsari, Kapten Agus Hermawan, menyampaikan bahwa kerapuhan fisik pohon yang dimakan usia serta hantaman angin kencang disinyalir menjadi pemicu utama peristiwa ini.
Atas kejadian tersebut, Agus mengingatkan para pengguna jalan agar ekstra berhati-hati sewaktu melintasi kawasan Cadas Pangeran yang tergolong rawan bencana alam.
Wilayah lintasan mulai Cigendel hingga Cadas Pangeran memang dipetakan sebagai titik rawan pergerakan tanah longsor maupun pohon tumbang.
"Meski tidak ada korban, kami mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur Cadas Pangeran," ujar Agus.
Ia menambahkan agar para pengemudi tetap siaga dan tidak lengah, khususnya kala cuaca buruk melanda area tersebut.
"Tingkatkan kewaspadaan," katanya.
Peristiwa robohnya pohon pinus ini diperkirakan berlangsung sekitar jam 10.30 WIB.
"Pohon pinus setinggi 10 meter ini tumbang sekira pukul 10.30 WIB," kata Kapten Agus Hermawan.
Nihilnya korban dalam peristiwa ini dipastikan karena suasana jalanan sedang sepi saat pohon roboh.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,"
Kondisi tanaman yang melapuk menjadi faktor penjelas tumbangnya pohon di lokasi tersebut.
"Dugaan sementara penyebabnya karena kondisi pohon sudah rapuh," ujarnya.
Aksi tanggap segera dijalankan oleh personel gabungan guna memulihkan kelancaran arus kendaraan di lokasi.
Tim petugas memotong bagian batang yang merintangi perlintasan jalan raya.
"Evakuasi sudah selesai. Saat ini, arus lalu lintas telah kembali normal," katanya.