Mentan Amran Langsung ke Alor NTT Ajak Mahasiswa Undip yang Keluhkan Beras Mahal, Kini Bawa Bantuan
Tegar Melani August 09, 2026 05:42 PM

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendatangi Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (8/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah Amran menerima curhatan mahasiswa Undip asal Alor.

Mahasiswa bernama Adriano Padama itu mengeluhkan mahalnya harga beras di daerah asalnya.

Keluhan tersebut disampaikan Adriano saat Amran menjadi pembicara dalam acara penerimaan mahasiswa baru Undip pada Kamis (6/8/2026).

Adriano menceritakan sulitnya distribusi pangan di wilayah Alor.

Harga beras di daerah tersebut bahkan disebut mencapai Rp30 ribu per kilogram.

Amran kemudian datang langsung ke Alor untuk melihat kondisi masyarakat pada Sabtu (8/8/2026).

Kunjungan tersebut didampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo.

Mahasiswa undip Adriano Padama juga ikut serta dalam kunjungan Mentan Amran.

Saat berada di Alor, Amran meninjau sejumlah sektor pertanian.

Salah satunya lokasi pembibitan kakao.

Amran menilai sektor pertanian menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Alor.

"Solusi tercepat adalah pertanian. Karena itu kita harus mengirimkan benih yang kompetitif," tegas Amran.

Kementerian Pertanian kemudian memberikan tambahan 1.000 bibit kelapa.

Pemerintah juga memberikan 1.000 bibit jambu mete dan 500 bibit kakao.

Selain bibit, masyarakat Alor juga mendapat bantuan alat dan mesin pertanian.

Alor sebelumnya telah memperoleh lima unit traktor.

Pemerintah akan menambah 10 unit traktor roda dua.

Selain itu, pemerintah memberikan 10 unit pompa air dan akan menambah 10 unit lagi.

Amran menargetkan pengembangan pertanian dapat menekan angka kemiskinan di Alor.

"Target kita kemiskinan di bawah 10 persen. Kalau bisa sampai 5 persen," tegasnya.

Namun, sektor pertanian Alor masih menghadapi persoalan ketersediaan air.

Sejumlah bendungan dan jaringan irigasi mengalami kerusakan akibat bencana Seroja.

Kondisi tersebut diperparah dengan musim kemarau yang membuat sumber air semakin terbatas.

Petani kemudian meminta pemerintah memperbaiki bendungan serta jaringan irigasi.

Amran berjanji membawa persoalan tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum.

Pemerintah juga akan mendorong pembangunan sumur bor dan infrastruktur pendukung lainnya.

"Kalau kita mau meningkatkan produksi, air harus tersedia," kata Amran.

Pemerintah juga merespons usulan perluasan lahan pertanian padi.

Amran menginstruksikan pemberian bibit padi untuk lahan sekitar 1.000 hingga 2.000 hektare.

Sementara pengembangan jagung yang saat ini mencapai sekitar 2.500 hektare akan ditambah sekitar 1.000 hektare.

Pengembangan jambu mete juga ditargetkan mencapai sekitar 10.000 tanaman.

Pemerintah berharap pengembangan berbagai komoditas tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Alor.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.