Oleh: Pastor John Lewar SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Senin 10 Agustus 2026.
Tema renungan Katolik "Menjadi Benih Kasih yang Berbuah bagi Sesama".
Renungan Katolik disiapkan hari Senin, Pesta Santo Laurensius Martir: Teladan Iman dan Kasih, dengan warna liturgi merah.
Adapun bacaan liturgi katolik hari Senin 10 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 10 Agustus 2026 dan Renungan Harian Katolik
Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Saudara-saudara, orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa.
Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu, malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, “Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”
Dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan,Dia jugalah yang akan menyediakan benih bagi kamu; Dialah yang akan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan:Mzm 112:1-2.5-9
Ref:Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.
Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan,yang sangat suka akan segala perintah-Nya.Anak cucunya akan perkasa di bumi;keturunan orang benar akan diberkati.
Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman,ia melakukan segala urusan dengan semestinya.Orang jujur tidak pernah goyah;ia akan dikenang selama-lamanya.
Ia tidak takut pada kabar buruk,hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan.Hatinya teguh, ia tidak takut,sehingga ia mengalahkan para lawannya.
Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma;kebajikan-Nya tetap untuk selama-lamanya,tanduk-Nya meninggi dalam kemuliaan.
Bait Pengantar Injil:Yoh 8:12b
Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan,tetapi mempunyai terang hidup.
Bacaan Injil:Yoh 12:24-26
Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Menjelang akhir hidup-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.
Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku, dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Menjadi Benih Kasih yang Berbuah bagi Sesama”
Kisah Nyata: Senyum yang Tidak Pernah Habis. Di sebuah kota kecil,
ada seorang petugas kebersihan gereja yang hidup sangat sederhana.
Gajinya kecil, tetapi setiap pagi ia selalu membawa beberapa bungkus
nasi untuk dibagikan kepada orang yang tidur di sekitar terminal.
Ketika ditanya mengapa ia tetap memberi meski dirinya sendiri tidak
berkelebihan, ia menjawab, “Kalau saya menyimpan semuanya untuk
diri sendiri, mungkin cukup untuk sehari. Tetapi kalau saya berbagi,
Tuhan selalu mencukupkan untuk hari berikutnya.” Orang itu mungkin
tidak dikenal banyak orang, tetapi hidupnya menjadi benih kasih yang
memberi harapan bagi banyak orang. Semangat seperti inilah yang
kita lihat dalam hidup Santo Laurensius.
Santo Laurensius adalah seorang diakon Gereja Roma pada abad
ketiga. Tugasnya melayani umat, terutama orang miskin. Ketika
pemerintah Romawi meminta harta Gereja, Laurensius mengumpulkan
orang-orang miskin, janda, yatim piatu, dan orang sakit, lalu berkata,
“Inilah harta Gereja yang sesungguhnya.” Karena keberanian
imannya, ia akhirnya wafat sebagai martir.
Dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengingatkan: “Orang yang
menabur sedikit akan menuai sedikit, dan orang yang menabur
banyak akan menuai banyak pula.” (2Kor 9:6). Menabur di sini bukan
hanya soal uang, tetapi juga waktu, perhatian, tenaga, pengampunan,
dan kasih. Tuhan tidak pernah membiarkan kebaikan yang tulus
menjadi sia-sia. Ia sanggup melimpahkan rahmat sehingga kita selalu
berkecukupan untuk melakukan setiap pekerjaan baik.
Mazmur hari ini melukiskan orang benar sebagai pribadi yang murah
hati dan tidak takut menghadapi kabar buruk. Hatinya teguh karena
percaya kepada Tuhan. Santo Laurensius menunjukkan keteguhan itu:
ia tidak takut kehilangan jabatan, harta, bahkan nyawanya, sebab ia
tahu bahwa hidupnya berada di tangan Allah.
Yesus dalam Injil memberikan gambaran yang sangat dalam: “Jikalau
biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji
saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yoh
12:24). Biji gandum harus “mati” agar menghasilkan kehidupan baru.
Demikian pula hidup Kristiani. Kasih sejati selalu menuntut
pengorbanan: rela mendengarkan ketika lelah, rela berbagi ketika pas
pasan, rela mengampuni ketika disakiti, rela melayani tanpa mencari
pujian.
Santo Laurensius menjadi seperti biji gandum itu. Ia kehilangan
hidupnya di dunia, tetapi imannya menghasilkan buah yang terus
dikenang Gereja sepanjang zaman.
Pesan untuk Hidup Hari Ini. Pesta Santo Laurensius mengajak kita
bertanya: • Apakah saya masih mudah berbagi dengan orang yang
membutuhkan? • Apakah saya melihat orang kecil dan menderita
sebagai “harta” yang berharga di mata Tuhan? • Pengorbanan apa
yang bisa saya lakukan hari ini demi kasih kepada Kristus dan
sesama?
Kita mungkin tidak dipanggil menjadi martir seperti Santo Laurensius,
tetapi kita semua dipanggil untuk menjadi benih kasih di keluarga,
komunitas, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan sekitar. Setiap
kebaikan kecil yang dilakukan dengan cinta akan bertumbuh menjadi
buah yang besar di tangan Tuhan.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkau telah mengajarkan bahwa biji gandum yang
jatuh ke tanah dan mati akan menghasilkan banyak buah. Melalui
teladan Santo Laurensius, bantulah kami untuk hidup murah hati,
berani melayani, dan rela berkorban demi kasih kepada-Mu dan
sesama. Jadikanlah hati kami benih kasih yang membawa sukacita,
pengharapan, dan kehidupan bagi banyak orang... Amin. (sumber the katolik.com/kgg).