Imbas Keluhan Beras Mahal! Mentan Amran Terbang ke Alor NTT Bareng Mahasiswa Undip, Salurkan Bantuan
Laksmi Anindita August 10, 2026 12:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendatangi Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (8/8/2026), setelah menerima keluhan mahasiswa Undip asal Alor terkait mahalnya harga beras.

Keluhan tersebut disampaikan Adriano Padama saat Amran menjadi pembicara dalam acara penerimaan mahasiswa baru Universitas Diponegoro pada Kamis (6/8/2026).

Adriano mengungkapkan sulitnya distribusi pangan di Alor. Ia menyebut harga beras di daerah tersebut dapat mencapai Rp30 ribu per kilogram.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Amran datang langsung ke Alor untuk melihat kondisi masyarakat dan sektor pertanian setempat.

Kunjungan itu didampingi Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo. Adriano Padama juga turut mendampingi kunjungan Mentan Amran.

Di Alor, Amran meninjau sejumlah sektor pertanian, salah satunya lokasi pembibitan kakao.

Amran menilai pengembangan pertanian menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Alor.

"Solusi tercepat adalah pertanian. Karena itu kita harus mengirimkan benih yang kompetitif," kata Amran.

Baca juga: Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp 100 Juta Cari Ijazah Asli Wapres Gibran

Kementerian Pertanian kemudian memberikan tambahan 1.000 bibit kelapa, 1.000 bibit jambu mete, dan 500 bibit kakao.

Selain bibit, pemerintah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian. Alor sebelumnya telah memperoleh lima unit traktor dan akan mendapat tambahan 10 unit traktor roda dua.

Pemerintah juga memberikan 10 unit pompa air dan akan menambah 10 unit pompa air lagi.

Amran menargetkan pengembangan pertanian dapat membantu menekan angka kemiskinan di Alor.

"Target kita kemiskinan di bawah 10 persen. Kalau bisa sampai 5 persen," tegas Amran.

Namun, pengembangan pertanian di Alor masih menghadapi persoalan ketersediaan air.

Sejumlah bendungan dan jaringan irigasi mengalami kerusakan akibat bencana Seroja.

Kondisi tersebut diperparah musim kemarau yang membuat sumber air semakin terbatas.

Petani kemudian meminta pemerintah memperbaiki bendungan dan jaringan irigasi. Amran berjanji akan membawa persoalan tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum.

Pemerintah juga akan mendorong pembangunan sumur bor dan infrastruktur pendukung lainnya untuk memenuhi kebutuhan air pertanian.

"Kalau kita mau meningkatkan produksi, air harus tersedia," ujar Amran.

Pemerintah turut merespons usulan perluasan lahan pertanian padi. Amran menginstruksikan pemberian bibit padi untuk lahan sekitar 1.000 hingga 2.000 hektare.

Sementara itu, pengembangan jagung yang saat ini mencapai sekitar 2.500 hektare akan ditambah sekitar 1.000 hektare.

Pengembangan jambu mete juga ditargetkan mencapai sekitar 10.000 tanaman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.