SRIPOKU.COM - Widhya Rini, seorang tenaga kesehatan (nakes) yang menghina Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Bogor sampai meninggal, akhirnya datang ke rumah almarhum.
Kedatangannya diterima oleh ibu dan ayah dari Yurizal di Kota Batu, Kabupaten Bogor.
Ibu Yurizal pun bereaksi setelah bertemu langsung dengan nakes yang menghina anaknya.
Pasien BPJS Bogor Yurizal Tri Chaerawan menuai simpati setelah menuai cibiran dan hinaan dari nakes, termasuk dokter setelah mengeluhkan pelayanan rumah sakit.
Dalam utasnya, Yurizal menulis bahwa ia sudah 8 jam lamanya menunggu ruang rawat.
"8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," tulisnya di Threads.
Utas tersebut justru ditanggapi dengan komentar berbau hinaan.
Satu di antaranya oleh Widhya Rini.
"Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dpet ruangan," tulisnya di komentar.
Baca juga: Bukan Cuma Nakes, Diduga Oknum PNS Ikut Nyinyir ke Yurizal Pasien BPJS, Dikecam Minta Maaf Pakai AI
Dan nahasnya, Yurizal meninggal dunia tak berselang lama kemudian.
Widhya Rini merupakan seorang nakes.
Ia berulang kali meminta maaf lewat akun media sosialnya.
Terbaru rupanya Widhya mendatangi rumah Yurizal.
Dia membuat pengakuan di hadapan orang tua dan keluarga Yurizal.
"Saya mengaku bersalah atas cuitan saya pada alamarhum pada 25 bulan Juli kemarin," katanya.
Ia meminta dibukakan pintu maaf atas hinaan yang telah diberikan pada Yurizal Tri Chaerawan.
"Sekiranya dapat melukai hati ibu, kakaknya, bapak, saya mohon maaf. Bukan maksud saya untuk melakukan itu, saya mohon maaf sebesar-besarnya," katanya. Saya berharap ibu, bapak, sama kakak, untuk memafkan saya," katanya.
Sementara ibu Yurizal mengaku sudah memberi maaf pada Widhya Rini.
Namun ia berpesan agar perbuatan tersebut tidak lagi diulangi pada pihak lain kedepannya.
"Saya atas nama keluarga sudah memaafkan, semoga jangan terjadi seperti ini lagi untuk ke depannya. Dan mudah-mudahan Rizal sudah tenang di sana," katanya.
Sedangkan kakak Rizal, enggan berbicara apapun.
"Gak, udah," katanya.
Adik kandung Yurizal Tri Chaerawan, Maulidya sebelumnya memang mengatakan bahwa keluarga sudah memaafkan para nakes yang menghina.
"Kalau yang mau datang, datang silahkan kita pun welcome, nggak akan yang marah-marah tau kayak gimana," katanya.
Wanita berusia 22 tahun itu menegaskan, keluarga besar almarhum saat ini lebih memilih menutup persoalan ini ketimbang membesar-besarkannya.
Pihak keluarga pun tidak memiliki niatan sedikitpun untuk membalas orang-orang yang telah berbuat jahat dan menyakiti almarhum.
"Marah sih, marah. Apalagi saya sebenarnya nggak bisa sabar ya orangnya. Cuman karena mewakili segenap keluarga, ya mau nggak mau, menanggapinya dengan lebih wise. Tidak marah-marah atau berkata kasar seperti mereka," katanya.