TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Auliya Rahman Isnain, M.Cs bocorkan tahapan mengenai pengambilan keputusan yang tepat.
"Terlebih proses pengambilan keputusan di tingkat manajerial, tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan harus melewati enam langkah sistematis agar memberikan dampak yang optimal," katanya saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Leadership Education Program (LEP) 2026.
Auliya mengatakan, pengambilan keputusan dimulai dari langkah pertama, yaitu recognition of decision requirement (pengakuan persyaratan keputusan).
"Dimana seorang pemimpin harus mampu mengidentifikasi masalah atau peluang yang ada,” ujar Auliya Rahman saat menyampaikan materinya.
Langkah kedua adalah diagnosis and analysis of causes (diagnosis dan analisis penyebab).
Pada tahap ini, pemimpin dituntut melakukan analisis mendalam untuk mendeteksi akar penyebab dari situasi atau kendala yang tengah dihadapi.
Setelah masalah didiagnosis, langkah ketiga adalah development of alternatives (pengembangan alternatif).
“Kita harus kreatif dalam memunculkan berbagai opsi atau variasi solusi yang memungkinkan,” jelasnya.
Langkah keempat selection of desired alternative (pemilihan alternatif yang diinginkan).
Tahap ini merupakan momen krusial untuk menimbang seluruh opsi dan memilih satu solusi terbaik yang paling efektif dan efisien.
Auliya menekankan, keputusan yang baik tidak akan berarti tanpa langkah kelima, yaitu implementation of chosen alternative (implementasi alternatif yang dipilih).
“Rencana harus dieksekusi dengan tindakan nyata di lapangan melalui pengalokasikan sumber daya yang tepat,” tegasnya.
Terakhir, ditutup dengan evaluation and feedback (evaluasi dan umpan balik). Langkah ini berfungsi sebagai fungsi kontrol guna memonitor jalannya keputusan dan memastikan hasil yang dicapai sudah sesuai dengan target atau tujuan organisasi.
Melalui pemaparan materi manajerial ini, Universitas Teknokrat Indonesia berharap para mahasiswa peserta program kepemimpinan dapat mengasah kemampuan berpikir strategis mereka, sehingga siap menjadi pionir dan pemimpin yang adaptif dalam menghadapi tantangan global. (*)
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)