Kapolres Metro Gelar Apel Antisipasi Potensi Karhutla
Daniel Tri Hardanto August 10, 2026 02:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO – Seluruh personel gabungan beserta armada penanganan bencana di Kota Metro dipastikan dalam kondisi siap siaga. 

Baca juga: Musim Kemarau Mengancam, Lampung Timur Siagakan Pasukan Hadapi Karhutla

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kondisi darurat yang dipicu oleh musim kemarau.

Kepastian kesiapan teknis tersebut diperoleh usai digelarnya Apel Gelar Pasukan Kesiapan Menghadapi Bencana Karhutla di Lapangan Polres Metro, Senin (10/8/2026).

Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan mengatakan, atensi ini melibatkan jajaran teknis dari TNI, Polri, serta jajaran Pemkot Metro melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Hangga menjelaskan, pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kelaikan sarana dan prasarana sekaligus menguji mekanisme koordinasi antarinstansi di lapangan.

"Apel gelar pasukan ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan sekaligus menguji koordinasi antarinstansi. Dengan kesiapan tersebut, setiap unsur diharapkan dapat bergerak cepat dan tepat apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla," ujar Hangga, Senin (10/8/2026).

Menurut Hangga, kecepatan respons (response time) menjadi kunci utama dalam meminimalisasi luasan kebakaran maupun penanganan krisis air saat kekeringan. 

Oleh karena itu, seluruh sarana pendukung pemadam kebaktian dan tanggap darurat diminta untuk selalu berada pada kondisi prima.

Adapun sejumlah strategi teknis dan taktis yang disepakati dalam pengecekan kesiapsiagaan tersebut adalah memastikan kondisi kendaraan pemadam, pompa air, dan logistik pendukung dalam keadaan siap pakai kapan saja.

Kemudian menggencarkan patroli bersama lintas lembaga di titik-titik lokasi yang teridentifikasi rawan kebakaran dan memperketat pemantauan lapangan guna mengidentifikasi potensi munculnya titik api (hotspot) sejak awal.

"Dan yang tak kalah penting memperkuat jalur komunikasi antara BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, dan relawan agar koordinasi penanganan berjalan tanpa hambatan," katanya.

"Melalui kesiapan matang dari segi personel maupun peralatan teknis ini, Kota Metro bersama unsur aparat keamanan optimistis dapat melakukan penanganan bencana secara cepat, tepat, dan terpadu sesuai ketentuan yang berlaku," tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.