25 PKBM Surya Muhammadiyah Tersebar di Banyumas, Rangkul Anak Putus Sekolah hingga Disabilitas
muh radlis August 10, 2026 01:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Tak ada alasan bagi anak-anak di Kabupaten Banyumas berhenti mengenyam pendidikan.


Pesan tersebut menjadi semangat utama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas melalui keberadaan 25 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah yang kini tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas.


PKBM tersebut tidak hanya menyasar anak putus sekolah secara reguler, tetapi juga membuka akses pendidikan bagi kelompok disabilitas, baik disabilitas mental, fisik maupun intelektual.


Program pendidikan nonformal tersebut resmi diperkenalkan melalui Launching Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PKBM Surya Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas, yang digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Minggu (9/8/2026).


Kegiatan ini menjadi salah satu tonggak perluasan akses pendidikan nonformal di Banyumas, khususnya bagi anak putus sekolah dan penyandang disabilitas.


Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Rektor 3 UMP Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., Ketua PDM Banyumas Drs. M. Djohar, M.Pd., Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Bintang Romadhon, Direktur PNFI Kemendikdasmen RI Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T., serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.


Sebagai tuan rumah penyelenggara, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyambut baik inisiatif pendidikan inklusif yang digagas PDM Banyumas tersebut.


Rektor UMP yang diwakili Wakil Rektor 3 UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan peserta didik baru yang mengikuti kegiatan tersebut.


"Kami menyampaikan selamat datang di UMP kepada seluruh tamu undangan. 

Baca juga: Update Harga BBM Pertamina Senin 10 Agustus 2026, Turun hingga Rp1.000,


Kami sangat mengapresiasi dan mendoakan agar kegiatan MPLS PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas pada pagi hari ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses," ujar Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si.


Ketua PDM Banyumas, Drs. M. Djohar, M.Pd., mengatakan saat ini telah berdiri sebanyak 25 PKBM Surya Muhammadiyah yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas.


Keberadaan PKBM tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan secara optimal.


Menurutnya, sasaran PKBM tidak hanya anak-anak yang mengalami putus sekolah, tetapi juga kelompok penyandang disabilitas.


PDM Banyumas merangkul penyandang disabilitas dengan berbagai kondisi, baik disabilitas mental, fisik maupun intelektual.


Dalam pelaksanaannya, PKBM Surya Muhammadiyah juga menggandeng berbagai pihak, termasuk komunitas yang bergerak dalam bidang inklusi.


Drs. M. Djohar menegaskan seluruh peserta didik PKBM harus memiliki semangat untuk kembali belajar dan mengembangkan diri.


"Murid PKBM Surya Muhammadiyah harus semangat, rajin belajar supaya hebat. 


Kita manfaatkan seluruh aset Muhammadiyah, mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga panti asuhan untuk mendukung pendidikan ini. 


Intinya, tidak ada alasan untuk tidak sekolah!" tegas Drs. M. Djohar, M.Pd.


Dukungan terhadap keberadaan PKBM Surya Muhammadiyah juga datang dari kalangan legislatif.


Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PAN Dapil Banyumas-Cilacap, Bintang Romadhon, mengapresiasi langkah Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan masyarakat.


Menurutnya, Muhammadiyah memiliki rekam jejak panjang dalam bidang pendidikan dan telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sejak sebelum Indonesia merdeka.


"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Muhammadiyah atas inisiatif luar biasa ini. 


Sejak sebelum kemerdekaan hingga hari ini, Muhammadiyah telah secara konsisten membuktikan perannya sebagai organisasi yang fokus dan berdedikasi tinggi pada kemajuan dunia pendidikan di Indonesia," ujar Bintang Romadhon.


Ia menilai langkah PKBM Surya Muhammadiyah yang merangkul ratusan Anak Tidak Sekolah (ATS) merupakan bentuk nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan pendidikan di Banyumas.


Bintang menilai akses pendidikan kesetaraan yang inklusif sangat penting untuk memastikan tidak ada generasi muda yang tertinggal dalam memperoleh kesempatan untuk membangun masa depannya.


"Akses pendidikan kesetaraan yang inklusif seperti ini sangat krusial agar tidak ada lagi generasi muda yang tertinggal dalam meraih masa depan mereka," tambahnya.


Kehadiran Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan PDM Banyumas.


Bupati memberikan dukungan terhadap langkah Muhammadiyah melalui PKBM Surya Muhammadiyah yang turut membantu pemerintah dalam menuntaskan persoalan anak putus sekolah.


Keberadaan program tersebut juga dinilai dapat mendukung upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Banyumas.


Menurut Sadewo, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan seluruh masyarakat mendapatkan hak pendidikan.


"Pemerintah Kabupaten Banyumas sangat mengapresiasi langkah konkret Muhammadiyah. 


Kolaborasi melalui PKBM ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. 


Kami pastikan pemerintah daerah akan terus bersinergi agar seluruh warga Banyumas, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pendidikannya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis.


Launching MPLS PKBM Surya Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas tersebut kemudian ditutup dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada sejumlah perwakilan siswa.


Penyematan tanda peserta juga diberikan kepada perwakilan siswa penyandang disabilitas sebagai simbol pendidikan yang dikembangkan melalui PKBM Surya Muhammadiyah terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.


Dengan beroperasinya puluhan PKBM Surya Muhammadiyah yang tersebar di Banyumas, program tersebut diharapkan semakin memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan.


Kehadiran PKBM Surya Muhammadiyah juga diharapkan mampu mendorong wajah pendidikan di Kabupaten Banyumas menjadi semakin inklusif, merata, dan berkemajuan, sekaligus memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.