Mengenal Bencana Chernobyl, Kecelakaan Fasilitas Nuklir Paling Parah dalam Sejarah
Joko Widiyarso August 10, 2026 02:02 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Chernobyl sebenarnya adalah nama sebuah kota di Ukraina (dahulu Uni Soviet) yang terletak sekitar 100 kilometer di utara Kyiv.

Di kawasan inilah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl berdiri dan menjadi salah satu fasilitas penting dalam sistem kelistrikan Uni Soviet.

Pembangkit tersebut memiliki empat unit reaktor yang saat itu mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar. 

Pada awal 1986, total kapasitasnya mencapai sekitar 4.000 megawatt.

Besarnya kapasitas itu membuat Chernobyl memiliki peran penting dalam memasok kebutuhan listrik di wilayah sekitarnya.

Namun, pada dini hari 26 April 1986, semuanya berubah ketika Unit 4 mengalami kecelakaan besar saat sebuah uji coba sedang dilakukan.

Awal Mula Kejadian

Uji coba tersebut bertujuan mengetahui apakah turbin yang mulai melambat setelah listrik utama terputus masih bisa menghasilkan daya untuk menjalankan sistem pendingin selama beberapa saat.

Masalahnya, pengujian dilakukan dalam kondisi reaktor yang sangat tidak stabil. 

Beberapa sistem keselamatan juga dimatikan untuk keperluan pengujian.

Reaktor RBMK yang digunakan Chernobyl juga memiliki sejumlah kelemahan dalam desain keselamatannya. 

Kombinasi antara kondisi pengoperasian yang buruk, kesalahan manusia, dan kelemahan desain akhirnya membuat reaktor semakin sulit dikendalikan.

Kronologi Ledakan

Sekitar pukul 01.23 dini hari, operator mengaktifkan sistem penghentian darurat. 

Namun, dalam kondisi reaktor yang sudah sangat tidak stabil, justru terjadi lonjakan daya yang sangat cepat.

Tak lama kemudian, terjadi ledakan uap yang merusak reaktor dan menghancurkan bagian bangunan.

Beberapa detik setelah ledakan pertama, terjadi ledakan kedua yang kembali merusak struktur reaktor dan melontarkan material ke sekitar pembangkit.

Kerusakan tersebut membuat bagian inti reaktor terbuka. 

Grafit yang digunakan di dalam reaktor kemudian terbakar dan kebakaran berlangsung selama sekitar 10 hari. 

Dalam proses tersebut, sejumlah besar material radioaktif terlepas ke atmosfer. 

Respons di Lokasi Kejadian

Sesaat setelah ledakan, kebakaran muncul di berbagai bagian pembangkit.

Petugas pemadam kebakaran dan pekerja langsung dikerahkan untuk mengendalikan api dan mencegah kerusakan semakin meluas.

Banyak dari mereka menghadapi paparan radiasi yang sangat tinggi.

UNSCEAR mencatat sekitar 600 pekerja berada di lokasi pada pagi hari kecelakaan. 

Sebanyak 134 orang mengalami sindrom radiasi akut dan 28 di antaranya meninggal dalam tiga bulan pertama. 

Secara keseluruhan, 30 pekerja meninggal dalam beberapa minggu setelah kecelakaan. 

Evakuasi Pripyat

20261008 - Evakuasi Kota Pripyat di serial Chernobyl (2019)
Deretan bus evakuasi di alun-alun kota Pripyat dalam sebuah adegan serial Chernobyl (2019). Serial ini dipuji karena tingkat akurasi visualnya yang luar biasa dalam mereka ulang atmosfer Uni Soviet tahun 1986.

Tidak jauh dari pembangkit terdapat Kota Pripyat, yang saat itu dihuni sekitar 49 ribu orang.

Warga Pripyat tidak langsung dievakuasi setelah ledakan. 

Sekitar 36 jam kemudian, pemerintah mulai memindahkan seluruh penduduk kota tersebut.

Evakuasi kemudian diperluas ke wilayah lain yang terdampak. 

Secara keseluruhan, sekitar 115 ribu orang dievakuasi pada 1986 dan sekitar 220 ribu lainnya kemudian direlokasi dari wilayah Belarus, Rusia, dan Ukraina.

Ratusan Ribu Orang Dikerahkan

Penanganan Chernobyl membutuhkan tenaga dalam jumlah sangat besar. 

Mereka kemudian dikenal sebagai liquidators.

Tugas mereka bermacam-macam, mulai dari menangani kebakaran, membersihkan material radioaktif, hingga membantu mengamankan area pembangkit.

UNSCEAR mencatat sekitar 530 ribu pekerja operasi pemulihan terdaftar selama periode 1986 hingga 1990. 

Tingkat paparan radiasi yang mereka terima berbeda-beda tergantung pekerjaan dan lokasi masing-masing.

Material radioaktif dari reaktor juga terbawa angin dan terdeteksi di berbagai negara Eropa. 

Dampak kontaminasi paling berat terjadi di wilayah sekitar Ukraina, Belarus, dan Rusia.

Dampak Kesehatan

Salah satu dampak kesehatan yang paling jelas terlihat setelah kecelakaan adalah meningkatnya kasus kanker tiroid pada anak-anak dan remaja yang terpapar radiasi saat kejadian.

Hingga 2005, lebih dari 6.000 kasus kanker tiroid telah dilaporkan pada kelompok tersebut. 

Banyak di antaranya dinilai sangat mungkin berkaitan dengan paparan yodium radioaktif setelah kecelakaan. 

Namun, dampak kesehatan Chernobyl tidak bisa disederhanakan menjadi satu angka korban kanker. 

Tingkat paparan setiap orang berbeda dan banyak faktor lain yang ikut memengaruhi kesehatan.

Chernobyl Saat Ini

20261008 - Kota Chernobyl saat Ini
Kincir ria berkarat di Pripyat, Ukraina, yang menjadi simbol abadi dari tragedi nuklir Chernobyl 1986. Taman hiburan yang belum sempat diresmikan ini kini menjadi zona mati yang membeku oleh waktu.

Wilayah di sekitar pembangkit masih berada dalam zona eksklusi dengan tingkat pembatasan yang berbeda-beda. 

Area tersebut terus dipantau, sementara penanganan sisa material radioaktif masih menjadi pekerjaan jangka panjang.

Chernobyl akhirnya menjadi salah satu pelajaran terbesar dalam sejarah energi nuklir. 

Kecelakaan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan pembangkit tidak hanya bergantung pada operator, tetapi juga pada desain reaktor, sistem keselamatan, prosedur pengoperasian, dan cara sebuah fasilitas mengelola risiko.

(MG Farhatiy Rijal)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.