Bupati Sijunjung Lantik Pengurus BAZNAS Sijunjung dan Dewas Perumda Kinantan
Rahmadi August 10, 2026 03:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG - Pemerintah Kabupaten Sijunjung resmi mengukuhkan pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung untuk masa bakti 2026–2031. 

Langkah penguatan tata kelola lembaga publik tersebut ditandai dengan prosesi pelantikan dan serah terima jabatan yang digelar secara khidmat.

Agenda strategis yang berlangsung di Balairung Lansek Manih, Kompleks Kantor Bupati Sijunjung, Senin (10/8/2026), tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir.

Selain pimpinan lembaga amil zakat, pemerintah daerah turut melantik Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kinantan untuk periode 2026–2030.

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Meri Muliadi dipercaya memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Sijunjung. 

Baca juga: Simpan Enam Paket Sabu dalam Dompet, Pria di Bukittinggi Ditangkap Polisi

Ia bakal didampingi oleh Lindo Karsyah yang menjabat sebagai Wakil Ketua I serta Mardiwan Arraisi yang diamanahkan mengisi posisi Wakil Ketua II.

Sementara itu, untuk memperkuat pengawasan dan efisiensi tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemkab Sijunjung menetapkan Emil Evan sebagai Dewan Pengawas Perumda Kinantan. 

Kehadiran pengawas baru ini diharapkan mampu membenahi kinerja perusahaan daerah secara menyeluruh.

Hasil Seleksi Ketat Lembaga Pusat

Bupati Benny Dwifa Yuswir menegaskan bahwa penunjukan jajaran pimpinan BAZNAS daerah bukan merupakan proses serba instan. 

Seluruh jajaran terpilih harus melewati tahapan seleksi yang panjang, transparan, dan kompetitif di bawah pengawasan BAZNAS Republik Indonesia.

Proses penyaringan tersebut mencakup berbagai tingkatan uji kompetensi, termasuk tes berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT). 

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar 10 Agustus 2026: Pasaman dan Lima Puluh Kota Berpotensi Hujan Lebat

Mekanisme ini diterapkan guna memastikan figures yang terpilih memiliki integritas tinggi serta kapasitas manajerial yang mumpuni dalam mengelola dana umat.

Setelah melalui dinamika seleksi yang ketat hingga berlanjut ke tahap pengukuhan, pemerintah daerah menaruh harapan besar pada jajaran pimpinan baru. 

Mereka dituntut menjalankan amanah publik dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan daerah.

Di sisi lain, apresiasi setinggi-tingginya turut disampaikan kepada jajaran pimpinan BAZNAS periode 2021–2026. Dedikasi serta sumbangsih yang telah diberikan selama lima tahun masa pengabdian dinilai telah memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat Sijunjung.

Peran Strategis Penanganan Kemiskinan

Keberadaan BAZNAS di tingkat daerah dinilai memiliki fungsi yang amat vital dalam menopang kesejahteraan masyarakat. 

Lembaga ini menjadi salah satu pilar utama pemerintah daerah dalam menghadirkan program penanganan kemiskinan yang responsif dan tepat sasaran.

Baca juga: Pilwana Serentak Solok Selatan, 39 Nagari Siap Gelar Pemungutan Suara 7 Oktober 2026

Sejauh ini, jangkauan bantuan BAZNAS telah menyasar pelbagai sektor krusial. 

Program penataan rumah tidak layak huni (bedah rumah), pembiayaan layanan kesehatan, penyediaan sarana sanitasi dasar, hingga penyaluran beasiswa pendidikan menjadi bukti nyata keberadaan lembaga tersebut di tengah warga.

Kepemimpinan BAZNAS yang baru diharapkan tidak sekadar mempertahankan program-program unggulan yang telah ada. 

Pengurus dituntut untuk melahirkan berbagai inovasi tata kelola zakat, infak, dan sedekah agar daya jangkau manfaatnya kian meluas.

Penguatan transparansi juga menjadi kunci untuk memupuk kepercayaan publik. Dengan tata kelola yang teruji, tingkat partisipasi masyarakat, pelaku usaha, hingga warga perantauan Sijunjung untuk menyalurkan zakatnya diyakini akan terus meningkat secara berkelanjutan.

Baca juga: Cek Harga Sawit Pasaman Barat Tembus Rp4.045 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya di Sini

Pembenahan Badan Usaha Daerah

Selain urusan pengelolaan zakat, perhatian khusus turut diarahkan pada perbaikan kinerja Perumda Kinantan. 

Dewan Pengawas yang baru dilantik diminta segera turun tangan mengidentifikasi sekaligus mengurai berbagai persoalan operasional yang membelit perusahaan tersebut.

Pemkab Sijunjung mengonfirmasi bahwa meski sejumlah unit usaha Perumda Kinantan telah berjalan, masih terdapat beberapa divisi yang belum menunjukkan produktivitas optimal. 

Evaluasi menyeluruh menjadi prioritas mendesak yang harus segera diselesaikan.

Langkah pembenahan ini diarahkan untuk mencari formula solusi terbaik bagi keberlanjutan bisnis Perusda. 

Target utamanya tidak hanya memberikan dampak pelayanan langsung bagi warga, tetapi juga mampu menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang potensial.

Baca juga: Menembus Medan Menantang, Perjuangan PLN Menerangi Dusun Ladang Laweh Jelang HUT ke-81 RI

Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

Upaya optimalisasi lembaga daerah dan BUMD menjadi hal yang tidak bisa ditawar, terlebih di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Kondisi fiskal saat ini menuntut jajaran pemerintah daerah untuk berpikir kreatif dan tidak bergantung pada cara-cara konvensional.

Kepemimpinan daerah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk memperkuat kolaborasi dengan unsur Forkopimda, lembaga vertikal, sektor perbankan, hingga tokoh adat Niniak Mamak. 

Gotong royong ini menjadi kunci utama peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kehadiran sejumlah instansi vertikal baru di Sijunjung, seperti Kementerian Haji dan Umrah, BPOM, serta Kantor Imigrasi, dinilai semakin melengkapi ekosistem pelayanan daerah. 

Baca juga: Menembus Medan Menantang, Perjuangan PLN Menerangi Dusun Ladang Laweh Jelang HUT ke-81 RI

Integrasi layanan ini diharapkan makin mempermudah urusan administrasi dan kebutuhan masyarakat luas.

Mengakhiri prosesi pengukuhan, Pemkab Sijunjung menyampaikan selamat bertugas kepada seluruh pejabat BAZNAS dan Dewas Perumda Kinantan yang baru. 

Sinergi yang terbangun diharapkan mampu diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang memberi manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat Sijunjung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.