Terdampak Kekeringan, Warga Kemesu Gunungkidul Bersyukur Dapat Bantuan 48 Ribu Liter Air Bersih
Muhammad Fatoni August 10, 2026 07:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bantuan air bersih sebanyak 8 tank berukuran 6000 liter diserbu warga Padukuhan Kemesu, Kalurahan Semugih, Rongko, Kabupaten Gunungkidul, pada Senin (10/8/2026).

Para warga disana tampak bersiap menanti kedatangan mobil tangki pengangkut air sedari pagi.

Seorang warga Kemesu, Wartiyem, mengatakan ketika musim kemarau datang, dia bersama warga lainnya hanya mengandalkan bantuan air bersih.

Ketika tidak ada bantuan sama sekali, mereka terpaksa membeli air seharga Rp120 ribu untuk satu tangki berukuran 6000 liter.

Air satu tangki itu biasanya habis dalam jangka waktu maksimal tiga minggu.

Untuk membeli air tersebut, warga disana bahkan rela menjual hasil bumi, ternak kambing hingga perhiasan.

“Pernah kalau kemarau panjang nggak punya uang, kambing habis, gaplek habis, kalau punya perhiasan, ya, kita jual (perhiasan) untuk beli air,” ungkapnya, seusai menerima bantuan air bersih dari Waroeng Spesial Sambal (SS).

Wartiyem menuturkan, bantuan dari pemerintah tidak menentu.

Sehingga dia berharap pihak swasta bisa terus memberikan uluran tangan untuk mencukupi kebutuhan air bersih di sana.

“Kebutuhan apapun pakai air, untuk mencuci, untuk minum, masak itu pakai air. Bantuan dari pemerintah kadang ada, kadang gak ada,” ungkapnya.

Dukuh Kemesu, Sugiyanta, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan air bersih yang diberikan karena warganya sudah berbulan-bulan mengalami kesulitan air akibat sumur dan telaga yang mengering. 

Menurutnya, selama musim kemarau ini warga Padukuhan Kemesu yang terdiri dari dua RT dan 67 kepala keluarga terpaksa membeli air tangki demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

​"Setiap tahun warga kami memang mengalami krisis air bersih, terutama dari bulan April sampai sekarang karena tidak ada air hujan dan telaga sudah kering. Tanpa bantuan air bersih, warga terpaksa membeli air tangki seharga Rp120.000 per 5.000 liter untuk kebutuhan sekitar tiga minggu," kata Sugiyanta.

Baca juga: BPBD, SAR, hingga Polres Kulon Progo Siap Siaga, Antisipasi Karhutla dan Krisis Air Bersih

Sementara ​kordinator distribusi program air bersih Waroeng SS, Muhammad Ivan Kurniawan, mengatakan khusus di Padukuhan Kemesu jumlah tangki yang disalurkan sebanyak 8 tangki, masing-masing berkapasitas 6.000 liter. 

"Jadi, total air bersih yang didistribusikan di Kemesu mencapai 48.000 liter," katanya.

​Menurut Ivan, program bertajuk '240 Tangki Air untuk Masyarakat' ini semula ditargetkan menyalurkan 240 tangki air bersih di berbagai daerah. 

Namun, tingginya kebutuhan mendorong perusahaan untuk menambah jumlah bantuan hingga total distribusi mencapai 278 tangki secara bertahap di 7 area meliputi Jabodetabek, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Malang, dan Bali.

​Penyaluran tahap pertama telah dilaksanakan di wilayah Yogyakarta dan Purwokerto dengan total 111 tangki.

“Kemudian dilanjutkan tahap kedua sebanyak 167 tangki ke wilayah Jabodetabek, Semarang, Solo, Malang, dan Bali untuk membantu meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih," ungkapnya.

​Lebih lanjut Ivan menjelaskan bahwa penyaluran tersebut berkolaborasi bersama lembaga kemanusiaan seperti Asar Humanity dan Baitulmaal Muamalat (BMM).

​"Di DIY yang sudah terdistribusi salah satunya kemarin di Girisubo, yang sekarang di Rongkop, kemarin juga ada di daerah Panggang, kemudian ada di daerah Kabupaten Kulonprogo," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.