Mulai Tahun Depan, Layanan Bayi Tabung Hadir di Banyuwangi
Haorrahman August 10, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Warga Banyuwangi dan daerah sekitarnya dalam waktu dekat tidak perlu selalu bepergian ke Surabaya untuk mengakses layanan program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.

RSI Fatimah Banyuwangi berencana menghadirkan layanan bayi tabung melalui kerja sama dengan Morula IVF Surabaya. Layanan tersebut ditargetkan mulai tersedia pada 2027.

Direktur RSI Fatimah Banyuwangi dr. Widowati, SpAN-TI, mengatakan pihaknya kini tengah mempersiapkan sarana, prasarana, serta tenaga medis pendukung untuk layanan tersebut.

"Saat ini sudah kami mulai launching. Kami akan siapkan sarana dan prasarananya, kurang lebih tahun depan layanan tersebut sudah hadir," kata Widowati di sela seminar Morula Goes Banyuwangi, Minggu (9/8/2026).

Menurut Widowati, sejumlah dokter spesialis yang dibutuhkan untuk mendukung program bayi tabung juga telah disiapkan. Persiapan dilakukan agar sebagian besar proses layanan dapat dilakukan di Banyuwangi.

Baca juga: Mobil SPPG Tabrak Truk di Kalipuro Banyuwangi, 1 Orang Meninggal

Meski layanan bayi tabung akan tersedia di RSI Fatimah, seluruh proses IVF belum dapat dilakukan di Banyuwangi. Sejumlah tahapan masih harus dikerjakan di Surabaya karena membutuhkan fasilitas laboratorium dan tenaga ahli khusus.

Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi Morula IVF Surabaya Prof. Dr. dr. Budi Santoso, SpOG SubspFER, menjelaskan terdapat sekitar tujuh tahapan dalam program bayi tabung.

Tahapan tersebut meliputi screening, stimulasi ovulasi, ovum pick-up (OPU), proses laboratorium, embryo transfer, luteal support, hingga pemeriksaan untuk mengetahui kehamilan.

"Dari tujuh tahapan ini, mungkin sekitar tiga tahap dikerjakan di Surabaya. Yakni untuk ovum pick-up, laboratorium, dan embryo transfer," kata Budi.

Dengan pola kerja sama tersebut, sekitar empat tahapan dapat dilakukan di RSI Fatimah Banyuwangi, sementara tahapan yang membutuhkan fasilitas dan keahlian khusus tetap dilakukan di Morula IVF Surabaya.

Baca juga: Suami yang Bunuh Istri di Banyuwangi Ternyata Seorang Resedivis, Terancam Pembunuhan Berencana

Hemat Biaya

Kolaborasi antara rumah sakit di daerah dan klinik fertilitas di Surabaya diharapkan membuat akses program bayi tabung menjadi lebih mudah. Pasien tidak harus bolak-balik ke Surabaya untuk seluruh rangkaian proses.

Budi mengatakan pola layanan terpadu tersebut juga berpotensi mengurangi beban pasien selama menjalani program IVF.

"Ini akan menghemat waktu, biaya, dan menekan tingkat stres pasien," kata dia.

Ia menjelaskan, gangguan fertilitas dialami sekitar 10 hingga 15 persen pasangan yang telah menikah selama setahun dan rutin melakukan hubungan suami istri.

Budi menyebut tingkat keberhasilan program bayi tabung dapat mencapai 77 persen. Namun, hasil program tetap dapat berbeda pada setiap pasien karena dipengaruhi berbagai kondisi dan faktor medis.

Baca juga: Bus dan Motor Terlibat Kecelakaan di Jembatan Bulusan Banyuwangi, Diduga Bermula dari Putar Balik

Head Division Morula IVF Surabaya Arik Lisarja mengatakan biaya program bayi tabung saat ini berada di kisaran Rp120 juta hingga Rp150 juta.

"Biaya bayi tabung untuk saat ini berkisar di antara Rp 120 hingga Rp 150 juta," kata Arik.

Menurut dia, biaya tersebut dapat berbeda untuk setiap pasien karena kebutuhan dan kondisi medis dalam program IVF tidak selalu sama.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.