Univesitas Lampung Fasilitasi Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja, Lulusan Disebut Cepat Terserap
soni yuntavia August 10, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung  – Universitas Lampung ( Unila ) terus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Baca juga: Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi di Lampung 7,92 Persen, Rektor UBL Ungkap Penyebabnya

Upaya tersebut dilakukan melalui pembekalan kompetensi, pelatihan, hingga penguatan layanan pengembangan karier dan kewirausahaan.

Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan, kampus telah menyiapkan berbagai program agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami memfasilitasi mahasiswa dalam menghadapi DUDI. Dari hasil tracer study menunjukkan lulusan cepat terserap,” kata Lusmeilia saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (10/8/2026).

Menurut dia, sejumlah langkah strategis telah disiapkan Unila, mulai dari pelatihan berbasis student center hingga optimalisasi peran Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK).

Pembekalan kompetensi dan pelatihan juga diberikan secara rutin selama mahasiswa menjalani masa perkuliahan. Program tersebut, kata Lusmeilia, telah diterapkan secara masif, salah satunya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

UPA PKK Unila juga secara rutin melakukan penelusuran alumni melalui tracer study. Penelusuran tersebut dilakukan untuk mengetahui kesiapan lulusan sekaligus memetakan kondisi alumni setelah menyelesaikan pendidikan.

“Unila memiliki UPA PKK yang secara rutin melakukan penelusuran alumni melalui tracer study. Hal ini dilakukan untuk memantau kesiapan lulusan saat menghadapi dunia usaha dan industri,” ujarnya.

Melalui tracer study, Unila mendata sejumlah indikator, di antaranya status pekerjaan alumni, masa tunggu memperoleh pekerjaan pertama, besaran gaji, serta kesesuaian bidang pekerjaan dengan program studi yang ditempuh.

Selain itu, kampus mengevaluasi kompetensi yang paling dibutuhkan perusahaan. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi bahan untuk memperbaiki kurikulum dan menyusun program pembekalan kompetensi mahasiswa.

“Hasil dari penelusuran ini nantinya dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kurikulum, sekaligus acuan dalam pembuatan program pembekalan kompetensi mahasiswa ke depannya,” kata Lusmeilia.

Hasil tracer study menunjukkan tingkat pekerjaan lulusan program diploma maupun sarjana tergolong cukup tinggi. Capaian tersebut terutama terlihat pada alumni Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Kedokteran.

“Berdasarkan hasil tracer study, sebenarnya cukup banyak alumni yang sudah bekerja dengan masa tunggu di bawah enam bulan. Ada juga yang membutuhkan waktu lebih dari enam bulan,” ujarnya.

Selain mendorong lulusan agar terserap di dunia kerja, Unila juga membekali mahasiswa dengan kemampuan kewirausahaan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Lewat pembekalan mata kuliah kewirausahaan, para mahasiswa didorong untuk menciptakan lapangan kerja sendiri setelah lulus,” kata Lusmeilia.

Ia menambahkan, pembelajaran kewirausahaan menjadi salah satu strategi Unila untuk memperluas pilihan karier lulusan.

“Mata kuliah kewirausahaan ini menjadi salah satu solusi yang kami lakukan agar lulusan tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu berusaha sendiri dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra ) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.