POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Ratusan warga dari berbagai latar belakang, mulai dari petani, nelayan hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan BBM Subsidi Surat Rekomendasi yang difasilitasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Golden Harvest, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Senin (10/8/2026).
Kesibukan warga telah terlihat sejak siang hari. Meski kegiatan resmi dimulai pukul 14.00 WIB, proses registrasi peserta telah dibuka sejak pukul 12.00 WIB.
Bimtek tersebut menjadi wadah bagi masyarakat penerima manfaat untuk memahami mekanisme memperoleh surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi secara resmi. Salah satu fokus utama kegiatan yakni pengenalan aplikasi XStar.
Kegiatan diawali dengan sambutan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, Manager Regional Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ayub Ritto, serta Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya.
Lalu, acara dilanjutkan dengan sesi penyerahan cinderamata secara simbolis dari pihak BPH Migas kepada para perwakilan tamu undangan yang hadir.
Memasuki acara inti, ratusan peserta yang memenuhi ruangan mendapatkan pemaparan materi dari dua narasumber.
Keduanya yakni Liza Oktina Barasa selaku Analis Kebijakan Ahli Muda Subpokja Pengaturan Pendistribusian BBM di Direktorat BBM BPH Migas, serta Satriyo Wibowo Wicaksono selaku Sales Area Manager Pertamina Bangka Belitung.
Saat ditemui, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam Bimtek Pelayanan BBM Subsidi Surat Rekomendasi ini ditujukan untuk memastikan masyarakat Belitung Timur mendapat kepastian pelayanan BBM bersubsidi secara mudah dan legal.
Fokus utama dari Bimtek bersama BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, serta Himpunan Wiraswasta Menerus Minyak dan Gas (Hiswana Migas) ini adalah pengenalan inovasi digital melalui aplikasi XStar.
Aplikasi XStar dihadirkan sebagai instrumen terobosan untuk mempermudah masyarakat dari kalangan petani, nelayan, dan pelaku UMKM dalam memperoleh surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi secara resmi.
Dari surat rekomendasi tersebut, masyarakat sasaran kini dapat membeli BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menggunakan wadah khusus seperti jeriken tanpa rasa cemas.
"Di antara rangkaian kegiatan hari ini, tadi saya menghadiri kegiatan sosialisasi bersama dengan BPH Migas, juga dengan Pertamina, terkait dengan sosialisasi penggunaan aplikasi XStar," ujar Bambang saat diwawancarai usai acara Bimtek, Senin (10/8/2026).
Ia menekankan bahwa keberadaan aplikasi XStar memberikan petunjuk serta rute yang jelas bagi warga agar tidak lagi menemui hambatan saat mendatangi SPBU.
Langkah ini dinilai sangat penting, terlebih saat memasuki musim kemarau di mana kebutuhan bahan bakar untuk operasional mesin pompa air pada sektor pertanian mengalami peningkatan signifikan.
Kebutuhan serupa juga dirasakan langsung oleh para nelayan Beltim yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada ketersediaan BBM untuk mesin perahu saat melaut.
"Di masa yang seperti ini, kita tahu ini musim kemarau. Jadi baik nelayan, petani terutama, yang memerlukan BBM untuk pompanya, terutama di Pulau Belitung, terkhusus Belitung Timur ini, sangat memerlukan akses untuk mendapatkan BBM subsidi," ucapnya.
Bambang membeberkan, Bimtek ini sengaja melibatkan langsung para pengelola dan petugas SPBU serta Hiswana Migas agar terjadi kesepahaman bersama di lapangan.
Dari kegiatan ini, harapan Bambang, para petugas SPBU tidak lagi ragu atau menolak melayani warga yang membawa surat rekomendasi resmi berbasis aplikasi XStar.
"Tadi petugas SPBU-nya pun kita undang di dalam acara sosialisasi tersebut. Hiswana kita undang. Kemudian dari Pertamina memberikan tutorial dan pengarahan agar petani, nelayan, maupun UMKM mendapat akses BBM subsidi," tambahnya.
Namun, Bambang mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat penerima manfaat agar tidak menyalahgunakan peruntukan BBM subsidi tersebut.
Ia mewanti-wanti agar BBM bersubsidi dari aplikasi XStar tidak mengalami kebocoran atau dialihkan ke sektor tambang ilegal.
"Himbauan saya, BBM yang didapat dari aplikasi XStar ini jangan sampai disalahgunakan. Karena kita tahu Belitung juga adalah daerah pertambangan, jangan kemudian malah bocor kepada sektor pertambangan," imbaunya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)