10 Provinsi Paling Banyak Gunakan LPG untuk Memasak, Kaltim Tertinggi Capai 98,58 Persen
Heriani AM August 10, 2026 10:19 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) masih mendominasi kebutuhan energi rumah tangga di Indonesia, terutama untuk aktivitas memasak sehari-hari.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan mayoritas masyarakat kini lebih bergantung pada gas elpiji dibandingkan sumber energi lain seperti listrik, minyak tanah, arang, maupun kayu bakar.

Berdasarkan pembaruan data BPS per 30 Januari 2026, sejumlah daerah bahkan mencatat tingkat penggunaan LPG mendekati 100 persen.

Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan tingkat penggunaan LPG tertinggi untuk memasak, yakni mencapai 98,58 persen, disusul Sumatera Selatan sebesar 98,07 persen dan DKI Jakarta 97,9 persen.

Baca juga: 10 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Terendah Triwulan I 2026, Salah Satunya Kaltim

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, LPG atau disebut gas elpiji banyak digunakan untuk memasak, dibanding pakai listrik, atang, minyak tanah, dan kayu. 

Data BPS yang diperbarui 30 Januari 2026 itu menunjukkan, persentase penggunaan LPG oleh masyarakat hampir 100 persen di sejumlah wilayah. 

Adapun daerah yang paling tinggi menggunakan LPG untuk memasak, yakni Kalimantan Timur, mencapai 98,58 persen.

Disusul Sumatra Selatan sebesar 98,07 persen dan DKI Jakarta di angka 97,9 persen.

Banyaknya penggunaan gas elpiji ini, mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap energi tersebut, sebagai sumber utama untuk memasak sehari-hari.

Baca juga: Daftar 15 Provinsi dengan Pengangguran Terbanyak pada Februari 2026, Kaltim Masuk

Padahal kini harga gas elpiji khususnya nonsubsidi tengah mengalami kenaikan per 18 April 2026.

Dikutip dari pertaminapatraniaga.com pada Kamis (23/4/2026) pukul 15.00 WIB, harga elpiji nonsubsidi 12 Kg dan 5,5 Kg di Kalimantan Timur masing-masing Rp 238.000 dan Rp 114.000.

Kemudian, harga LPG nonsubsidi di Sumatra Utara dan Sumatra Barat masing-masing Rp 230 ribu dan Rp 111 ribu.

Paling tinggi, harga Bright Gas (produk LPG nonsubsidi Pertamina) 12 Kg mencapai Rp 285 ribu untuk wilayah Maluku dan Jayapura, Papua.

Meski demikian, harga gas elpiji subsidi 3 Kg tetap sama, tidak mengalami kenaikan.

Harga LPG 3 kilogram saat ini dijual sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per tabung sesuai harga nasional. Harga berbeda sesuai wilayah provinsi masing-masing di Indonesia.

Baca juga: 15 Provinsi dengan Pengangguran Terbanyak pada Februari 2026, Ada Kaltim!

10 Provinsi di Indonesia Paling Banyak Gunakan LPG untuk Memasak

Berikut daftar 10 provinsi di Indonesia yang paling banyak menggunakan LPG untuk memasak tahun 2025, sebagaimana dikutip dari situs BPS, bps.go.id pada Kamis (23/4/2026):

Kalimantan Timur 98,58 persen

Sumatera Selatan 98,07 persen

DKI Jakarta 97,9 persen

Gorontalo 97,70 persen

Kalimantan Barat 97,65 persen

Kepulauan Bangka Belitung 97,41

Bengkulu 97,39 persen

Riau 96,68 persen

Sulawesi Selatan 96,25 persen

Aceh 96,22 persen

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.