Dorong Penguatan Swasembada Pangan, Pemerintah Bantu Alsintan untuk Kelompok Tani Ngada
Ryan Nong August 10, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA -- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, bersama Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan kepada kelompok tani di Kabupaten Ngada.

Penyerahan bantuan sebagai bagian dari upaya memperkuat produktivitas pertanian dan mendukung agenda swasembada pangan nasional itu berlangsung di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Senin (10/8/2026).

Baca juga: Buka Peluang Ekonomi Baru, Pemkab Ngada Serahkan Hak Pelabuhan Maumbawa ke Pemerintah Pusat

Bantuan yang diserahkan kepada kelompok pertanian penerima manfaat tersebut berjumlah 33 unit, terdiri atas traktor roda empat, traktor roda dua, rice transplanter, serta hand sprayer.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan Perum Bulog, anggota DPRD Kabupaten Ngada, pengurus Partai Amanat Nasional (PAN), serta kelompok tani penerima manfaat.

Wakil Bupati Ngada Berni Dhey menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan bagi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Ngada.

“Terima kasih kepada Bapak Ahmad Yohan yang telah memperhatikan Kabupaten Ngada. Dengan data yang lengkap dan baik, kita bisa mendapatkan intervensi dari pemerintah pusat. Karena itu, semua harus memiliki data yang baik. Terima kasih kepada teman-teman yang selama ini mengurus data dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan alsintan yang diterima harus dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Selain digunakan untuk meningkatkan produktivitas, peralatan tersebut perlu dirawat dengan baik agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Ia berharap dukungan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Ngada dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak kebutuhan kelompok tani yang dapat diintervensi melalui dukungan pemerintah pusat maupun kerja sama lintas pihak.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong keberhasilan swasembada pangan sebagaimana yang menjadi agenda nasional.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat penerima manfaat karena bantuan yang diberikan saat ini masih terbatas, namun pihaknya akan terus mendorong dukungan bagi kebutuhan pertanian di daerah.

“Kita ingin keberhasilan swasembada pangan. NTT juga harus menjadi bagian dari kontribusi itu. NTT jangan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi salah satu provinsi yang turut menyukseskan swasembada pangan yang diusahakan oleh Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Ahmad Yohan juga menyampaikan bahwa perhatian terhadap pembangunan di NTT tidak hanya diarahkan pada sektor pertanian, tetapi juga sektor kelautan dan perikanan. Pihaknya mendorong pengembangan 60 kampung nelayan di NTT, termasuk dua titik di Kabupaten Ngada dengan dukungan anggaran yang cukup besar pada masing-masing titik.

Selain itu, di Kabupaten Ngada juga didorong pengembangan bioflok pada tiga titik dengan dukungan sekitar Rp300 juta untuk setiap titik. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan terhadap pengembangan ayam petelur dan penyediaan bibit juga terus diupayakan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh dilihat berdasarkan asal-usul daerah pemilihan maupun kepentingan partai, tetapi harus diletakkan pada tujuan yang lebih besar, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan jangan dilihat sebagai asal-usul dapil ataupun partai. Pembangunan harus berdasarkan tujuan. Kalau semua bekerja berdasarkan tujuan, maka kolaborasi akan berjalan dengan baik. Saya minta kita semua bekerja bersama dengan seluruh kekuatan yang ada,” tegasnya.

Menurut Ahmad Yohan, Kabupaten Ngada memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan, baik di sektor pertanian maupun kelautan. Karena itu, dukungan terhadap kebutuhan masyarakat akan terus didorong, termasuk bantuan bibit pada tahun mendatang serta pengembangan bioflok.

Ia berharap berbagai program tersebut dapat memperkuat kemandirian masyarakat dan membuka semakin banyak sumber ekonomi baru. Pengembangan bioflok, misalnya, diharapkan mampu menyediakan sumber protein bagi masyarakat Ngada yang secara geografis jauh dari wilayah laut.

“Potensi Ngada sangat hebat, baik dari pertanian maupun kelautan. Tahun depan kita akan berupaya membantu lagi kebutuhan bibit dan apa yang masih kurang di Ngada. Termasuk bioflok, sehingga masyarakat Ngada yang jauh dari laut tetap bisa mendapatkan sumber makanan protein,” katanya.

Penyerahan 33 unit alsintan tersebut diharapkan tidak berhenti pada bantuan peralatan, tetapi menjadi bagian dari penguatan ekosistem pertanian yang berbasis data, kolaborasi dan pengelolaan kelompok tani yang baik.

Dengan pemanfaatan dan perawatan yang tepat, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, produktivitas hasil pertanian, sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Ngada dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional. (cha)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.