Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mengusung empat jurus strategis untuk mempercepat penyerapan lulusan perguruan tinggi sekaligus menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Lampung.
Baca juga: Angka Pengangguran di Lampung Bertambah, Pendidikan Diploma dan Sarjana Tertinggi
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Raden Intan Lampung, Prof Andi Tahir, menegaskan bahwa seluruh langkah ini dirancang agar setiap lulusan memiliki daya saing tinggi dan langsung terserap oleh pasar kerja industri global.
Pilar utama diawali dengan merombak total kurikulum pembelajaran menjadi berbasis Outcome-Based Education (OBE) demi menyesuaikan dinamika serta kebutuhan dunia kerja modern.
Selain pembaruan kurikulum, kampus kini tengah menunggu izin operasional Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk melengkapi ijazah lulusan dengan sertifikasi keahlian berstandar nasional dan internasional.
Akselerasi ini diharapkan dapat mengikis stereotip pengangguran terdidik yang kerap menyasar kalangan alumni perguruan tinggi.
Penguatan kapasitas mahasiswa juga dimaksimalkan lewat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karir dan Kewirausahaan atau Career Development Center (CDC) UIN RIL.
Melalui UPT CDC, mahasiswa dibekali kemampuan self-branding, pengembangan inkubator bisnis kewirausahaan, hingga keterlibatan sebagai hub penguatan komunikasi aviasi.
Jurus terakhir berfokus pada keterlibatan aktif mahasiswa dalam program Magang Prima PTKI besutan Kementerian Agama Republik Indonesia yang terhubung langsung dengan ratusan mitra industri.
"Ada 4 jurus jitu untuk tembus dunia kerja untuk para mahasiswa tembus dunia kerja untuk tekan TPT," kata Warek Bidang Akademik UIN Raden Intan Lampung Prof Andi Tahir, Senin (10/8/2026).
Integrasi antara sertifikasi profesi, pelatihan kerja modern, dan pengalaman praktik lapangan diyakini menjadi fondasi utama peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pihak rektorat optimistis kombinasi pembelajaran teoretis dan pengalaman praktis ini dapat mencetak sarjana siap pakai yang langsung menjadi buruan para penyedia kerja.
Langkah preventif ini diharapkan menjadi stimulus nyata bagi penurunan angka pengangguran terbuka serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Lampung.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)