TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan (KONI Sulsel), Darmawangsyah Muin melantik pengurus KONI Kabupaten Sidrap masa bakti 2025-2029 berlangsung di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Senin (10/8/2026).
Kurang dari tiga bulan memimpin KONI Sulsel, Darmawangsyah telah melantik pengurus KONI di tiga kabupaten.
Yakni, Maros, Jeneponto, dan terbaru Sidrap.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah Darmawangsyah membangun struktur organisasi olahraga yang lebih aktif hingga ke tingkat kabupaten.
Darmawangsyah mengatakan, konsolidasi organisasi menjadi penting untuk mendorong pengembangan olahraga di Sulsel.
"Alhamdulillah ini menjadi ketiga, setelah Pengurus KONI Maros dan Jeneponto kita sudah lantik. Kita berharap ini menjadi perhatian bagi semua pengurus KONI di daerah untuk terus melakukan pengembangan olahraga," kata Wakil Bupati Gowa ini.
Menurut sekretaris DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan ini, prestasi olahraga Sulsel tidak bisa hanya dibangun dari tingkat provinsi.
Baca juga: KONI Makassar Bidik Talenta Atlet Muda, Perkuat Sinergi dengan Guru dan Sekolah
Kekuatan olahraga, kata dia, bertumpu pada kemampuan setiap kabupaten dan kota melahirkan atlet potensial serta memastikan pembinaan berjalan berkelanjutan.
Sidrap menjadi salah satu daerah yang dinilai mulai menunjukkan hasil pembinaan tersebut.
Pada Pekan Olahraga, Seni, dan Pelajar (Porsenijar) awal Juli 2026, Sidrap berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus memutus dominasi Makassar.
Capaian itu mendapat perhatian Darmawangsyah.
Ia menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa daerah dengan sumber daya yang tidak selalu sebesar kota-kota besar tetap mampu bersaing jika pembinaan dilakukan secara serius.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini pun mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif terhadap perkembangan olahraga.
Ia mengingatkan prestasi olahraga tidak semata-mata ditentukan besarnya anggaran.
Menurutnya, kesungguhan pengurus, kualitas pembinaan, dan keberanian melakukan terobosan menjadi faktor penting.
"Jelasnya, ini bukan dilihat dari banyaknya anggaran yang membuat kita berprestasi, tetapi kesungguhan kita," tegasnya.
Darmawangsyah juga mendorong KONI di daerah tidak terlalu bergantung pada APBD.
Ia meminta pengurus mulai membangun jejaring pendanaan dengan dunia usaha dan pihak swasta melalui kerja sama maupun sponsorship.
Menurutnya, keterbatasan fiskal pemerintah daerah tidak boleh menjadi penghalang bagi atlet untuk berprestasi.
"Tidak boleh keterbatasan pemerintah daerah menghalangi prestasi olahraga di Sulawesi Selatan, utamanya di Kabupaten Sidrap," ujarnya.
KONI daerah, kata dia, harus lebih kreatif membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
Langkah itu dinilai penting agar pembinaan atlet tetap berjalan meski terdapat keterbatasan anggaran pemerintah.
Dalam kepemimpinannya di KONI Sulsel, Darmawangsyah juga menempatkan prestasi atlet sebagai salah satu prioritas.
Atlet yang mampu menunjukkan prestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) akan mendapat peluang untuk dibina dan dibawa ke level kompetisi yang lebih tinggi.
"Siapa pun yang punya prestasi di Porprov akan kita bawa, kita masukkan ke klub, dan kita fasilitasi untuk bertanding lebih tinggi," katanya.
Darmawangsyah ingin Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar kabupaten dan kota.
Kompetisi tersebut diharapkan menjadi salah satu pintu seleksi bagi atlet daerah menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi, termasuk kompetisi nasional hingga internasional.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif meminta pengurus KONI yang baru dilantik membawa perubahan terhadap prestasi olahraga daerah.
Ia mengingatkan hasil Porprov 2022 ketika kontingen Sidrap hanya berada di peringkat ke-24.
"Kita mau ada perubahan. Dulu di Porprov 2022 kontingen Sidrap berada di peringkat ke-24. Tahun ini harus meningkat. Kita menatap Porprov dan harus berada di papan tengah atau kalau bisa papan atas," kata Syaharuddin.
Syaharuddin juga meminta KONI Sidrap membangun tata kelola organisasi yang bersih dan transparan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan atlet.
Ketua KONI Sidrap Sahabuddin mengungkapkan persiapan menghadapi Porprov 2026 telah dilakukan melalui proses seleksi dan kualifikasi.
Dari 29 cabang olahraga prestasi yang mengikuti seleksi dan kualifikasi Porprov pada 2025, sebanyak 25 cabang olahraga berhasil meloloskan atletnya.
Secara keseluruhan, terdapat 299 atlet, pelatih, dan ofisial asal Sidrap yang lolos mengikuti Porprov 2026.
Jumlah tersebut menjadi modal awal bagi kepengurusan KONI Sidrap untuk membuktikan target peningkatan prestasi yang telah dicanangkan.
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli