Mobil Hias Minut di Tomohon Flower Carnaval, Promosikan Iven Likupang Tourism Festival
Frandi Piring August 10, 2026 10:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - MINUT - Likupang Paradise: Jewel of North Sulawesi menjadi tema yang diusung Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara di float atau kendaraan hias yang tampil di Tomohon Flower Carnaval, Sabtu (8/8/2026).

Tomohon Flower Carnaval diikuti puluhan float atau kendaraan hias, merupakan satu diantara rangkaian kegiatan Tomohon Flower Internasional Festival (TIIF) 2026, 7-12 Agustus 2026 di Kota Tomohon, Sulut.

Terkait dengan keikutsertaan float atau kendaraan hias Pemkab Minut, Kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian menyebutkan, tema Likupang Paradise: Jewel of North Sulawesi mengartikan representasi keindahan alam, kekayaan budaya, dan semangat pembangunan pariwisata berkelanjutan. 

"Dikembangkan sebagai destinasi unggulan yang mengedepankan kelestarian lingkungan, budaya lokal, dan kesejahteraan masyarakat," kata Kadis Pariwisata Minut Jein Barantian kepada wartawan disela menghadiri pengukuhan pengurus DPC Srikandi Jaga Desa se Provinsi Sulut di Aula Kantor Walikota Manado, Senin (10/8/2026).

Lanjut Kadis Jein, Float kendaraan tersebut dihiasi hamparan bunga warna-warni.

Bunga dengan aneka warna tersebut, ada maknanya, yaitu melambangkan keramahan masyarakat Minahasa Utara serta keindahan alam yang selalu menyambut setiap wisatawan yang merupakan gerbang wisata bahari Sulawesi Utara.

Ada pulan panorama bawah laut Likupang yang memesona. 

Hamparan terumbu karang yang berwarna-warni, ikan-ikan tropis, ombak laut, serta penyu laut menggambarkan kekayaan biodiversitas laut yang menjadi daya tarik utama bagi penyelam dan pecinta wisata bahari. 

Meliat float tersebut kita seakan berada langsung di destinasi bahari Likupang Minut.

Ada juga makna dari keberadaan Penyu yang berada di puncak karang, melambangkan komitmen menjaga ekosistem laut agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Tak lupa diangkat tampilan kehidupan masyarakat lokal melalui tarian tradisional dan atraksi musik kolintang.

"Ini menggambarkan bahwa pariwisata bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang tradisi, seni, dan keramahan masyarakat," kata dia.

Pada bagian lainnya ada pohon-pohon kelapa yang berdiri kokoh melambangkan kawasan pesisir tropis yang menjadi ciri khas Minahasa Utara. 

Hamparan bunga di sepanjang badan float menggambarkan kesuburan tanah, semangat kebersamaan, serta harapan akan kemajuan daerah melalui sektor pariwisata.

Di bagian belakang terdapat ikon Likupang Tourism Festival (LTF) 2026, yang menjadi simbol promosi pariwisata Minahasa Utara menuju panggung nasional dan internasional.

Monumen batu bertuliskan "Likupang Paradise" mempertegas identitas destinasi sebagai surga wisata yang menawarkan perpaduan keindahan pantai, pulau-pulau eksotis, budaya lokal, dan pengalaman wisata yang autentik.

Float Minahasa Utara menyampaikan pesan bahwa Likupang adalah perpaduan harmonis antara laut yang indah, budaya yang hidup, dan masyarakat yang ramah, menjadikannya destinasi wisata kelas dunia yang dibangun dengan prinsip keberlanjutan. 

"Melalui Likupang Tourism Festival 2026, Minahasa Utara mengajak dunia untuk datang, menikmati pesona alamnya, mengenal budayanya, serta bersama-sama menjaga warisan alam dan budaya bagi masa depan," jelasnya.

Di tempat terpisah, terkait pergelaran pariwisata akbar di Kabupaten Minahasa, yaitu LTF, Ketua Panitia Rey Dondokambey menyebut, akan menghentak Pantai Paal Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur.

"Rencananya mulai tanggal 21 sampai 23 Agustus 2026. Dengan berbagai budaya, musik, olahraga, kesenian, kuliner dan lainnya," kata Ketua Umum Panitia Pelaksana LTF 2026 Rey Dondokambey dalam pesan tertulis kepada wartawan. (crz)

Baca juga: Daftar Lengkap Pengurus Srikandi Jaga Desa DPC Minahasa Utara Sulut Periode 2026-2032

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.