TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA— Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Banjarnegara menggelar tasyakuran Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvitnas) Tahun 2026 di Pendopo Dipayudha Adigraha, Senin (10/8/2026).
Peringatan khidmat ini mengusung tema nasional "Veteran Menjaga Nilai Juang Menginjeksikan/Menginspirasi Indonesia Maju".
Ketua Panitia Harvitnas 2026, Imam Ustaat, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan tahun ini diisi dengan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sureng Yudha, tasyakuran, serta pemberian tali asih kepada anggota LVRI dan warakawuri.
Rangkaian kegiatan ini didukung penuh oleh pendanaan dari hibah Pemkab Banjarnegara melalui Dinas Sosial PPPA serta swadaya anggota.
Sementara itu, Ketua LVRI Kabupaten Banjarnegara, Ismail, menegaskan, penetapan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional berdasarkan Keppres Nomor 30 Tahun 2014 memiliki akar sejarah yang kuat.
Tanggal ini merujuk pada puncak Serangan Umum Surakarta (Serangan 4 Hari) pada 10 Agustus 1949 yang mendesak mundur tentara Belanda sebelum gencatan senjata.
"Usia boleh menua, tetapi semangat juang tidak pernah mengenal batas waktu. Veteran bukan hanya pelaku sejarah, melainkan penjaga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa," ujar Ismail.
Baca juga: Banjarnegara Jadi Percontohan Pertama Program Revolusi Lahan, Hidupkan Lahan Tidur
Ia juga memaparkan data demografi anggota LVRI di Kabupaten Banjarnegara saat ini yang berjumlah total 178 orang, terdiri atas 71 veteran (PKRI, Trikora, Dwikora, Seroja, dan Misi Perdamaian) serta 107 warakawuri.
Pada kesempatan tersebut, Ismail juga menyampaikan aspirasi kepada Pemkab Banjarnegara terkait perlunya fasilitasi pembiayaan pemakaman bagi veteran di TMP Sureng Yudha serta dukungan sarana prasarana penunjang organisasi.
Mewakili Bupati Banjarnegara, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Drs. Sila Satriana, M.Si., menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berkomitmen untuk terus merawat dan memperhatikan kesejahteraan para veteran serta keluarganya.
Sila Satriana menginstruksikan langsung kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar memfasilitasi kebutuhan LVRI, termasuk penganggaran untuk fasilitas pemakaman di TMP hingga penyediaan kendaraan jenazah/ambulans.
"Jika kita sebagai generasi muda tidak peduli, tidak ngopeni, dan tidak merasa bahwa kita adalah bagian dari perjuangan mereka, maka kita bisa dikatakan sebagai orang yang zalim," Kata Sila.
Selain itu, Pemkab Banjarnegara juga menyiapkan program bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta bagi anggota LVRI atau keluarganya yang membutuhkan.
Ia juga mendorong instansi terkait untuk mendokumentasikan sejarah lisan dari para veteran yang masih hidup dalam bentuk visual atau digital agar kisah kepahlawanan lokal tidak hilang ditelan zaman.