Strategi Peternak di Kota Metro Hadapi Musim Kemarau Panjang
Noval Andriansyah August 11, 2026 12:37 AM

Tribunlampung.co.id, Metro - Musim kemarau panjang yang diiringi ancaman kelangkaan rumput hijau segar kerap menjadi mimpi buruk yang memaksa para peternak tradisional gulung tikar.

Baca juga: Kisah Peternak Kambing Gembel di Kota Metro, Musim Kemarau Malah Panen Pakan!

Namun, bayang-bayang kebangkrutan tersebut berhasil ditepis oleh Muhammad Ashari, pemilik peternakan Sinau Farm di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro.

Melalui penerapan manajemen pakan intensif berbasis silase, Ashari membuktikan bahwa aktivitas peternakan skala besar tetap dapat berjalan stabil di tengah cuaca ekstrem.

Peternakan ini bahkan menerapkan metode zero grass atau sama sekali tidak mengandalkan rumput lapangan segar sebagai pakan utama harian.

Inovasi racikan pakan fermented tersebut menjadi kunci ketahanan pangan bagi puluhan ekor sapi jumbo serta ratusan kambing dan domba koleksinya.

Trik Racikan Silase Daun Singkong

Di tengah melonjaknya harga bahan baku pakan akibat kemarau, Ashari mengandalkan racikan daun singkong yang kaya akan kandungan protein tinggi hingga 27 persen.

Daun singkong tersebut dipadukan dengan onggok jemur, bungkil sawit, bungkil kopra, serta campuran tetes tebu guna menjaga nutrisi harian hewan ternak.

Penggunaan skema pakan intensif ini dinilai jauh lebih hemat biaya operasional dibanding harus menguras tenaga pekerja hanya untuk pencarian rumput di lapangan.

"Kalau dari manajemen kandang alhamdulillah aman. Pakan itu enggak harus daun singkong, dedaunan di sekitar juga bisa dipotong dan difermentasi. Jangan takut beternak di musim kemarau," seloroh Ashari penuh canda, Senin (10/8/2026).

Bebas Penyakit dan Tembus Pasar Antarpulau

Selain efisiensi pakan, Ashari menilai musim kemarau memiliki sisi positif karena kelembapan udara yang rendah menekan risiko serangan jamur dan parasit kutu pada ternak.

Daya tahan ternak yang terjaga membuat kualitas Kambing Boer dan Domba Dorper hasil budidayanya tetap diminati hingga menembus pasar Pulau Jawa, Riau, hingga Aceh.

Guna menjaga kelancaran pasokan air minum belasan sapi berbobot hingga 1 ton milik Sinau Farm, efisiensi penggunaan air sumur disiasati dengan mengurangi frekuensi memandikan ternak.

(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.