Bogasari Jadi Ruang Belajar 40 Praktisi, Sustainability Ternyata Bisa Menguatkan Bisnis
Wiwit Purwanto August 11, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Pabrik Bogasari Flour Mills Jakarta menjadi sorotan bagi 40 praktisi keberlanjutan dari berbagai sektor yang datang mempelajari langsung praktik industri hijau, pengelolaan lingkungan, dan strategi sustainability yang terintegrasi dalam proses bisnis berskala besar di lapangan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program field visit tahunan Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P), yang menjadi wadah bagi para profesional untuk melihat dan mempelajari praktik keberlanjutan secara langsung.

Bogasari dipilih karena memiliki rekam jejak serta komitmen pengelolaan lingkungan yang dinilai relevan sebagai rujukan di sektor FMCG dan industri manufaktur.

Bogasari Tunjukkan Praktik Sustainability di Industri

Sebanyak 40 praktisi dan pemerhati sustainability yang tergabung dalam IS2P mengikuti studi banding tersebut pada akhir pekan lalu. Peserta berasal dari perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), hingga kalangan perguruan tinggi.

Baca juga: Dukung Pendidikan Vokasi, Bogasari Latih Guru Kuliner di Kediri Olah Bahan Pangan Lokal

Sejumlah perusahaan yang mengirimkan perwakilan di antaranya PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Tempo Scan, GoTo Group, Danone, PT Isores Sinergi Internasional, PT Gagas Inspirasi Nusantara, serta Purupiru Creative & Sustainability Communication.

Sementara dari kalangan perguruan tinggi, peserta berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Negeri Malang, Universitas Pancasila, dan Universitas Buddhi Dharma.

Vice President Engineering and Technology Divisi Bogasari, Andry Wiryanto, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menegaskan Bogasari terbuka untuk berbagi pengalaman sekaligus memegang teguh komitmen keberlanjutan, terutama dalam efisiensi energi, pengelolaan sumber daya air, dan peningkatan ketahanan menghadapi perubahan iklim.

“Bentuk nyata dari kontribusi ini dapat dilihat langsung di area operasional kami melalui pengelolaan limbah air secara efisien, penerpan rain water harvesting system untuk mengoptimalkan penggunaan air alami, hingga penanggulangan dan pengendalian banjir terintegrasi demi menjaga stabilitas lingkungan sekitar. Langkah-langkah strategis ini tidak lepas dari arahan dan komitmen kuat dari Direksi Indofood,” kata Andry, dalam rilisnya Senin (10/8/2026).

Para peserta kemudian mendapatkan paparan mengenai Indofood Group Sustainability Governance sebagai pilar utama tata kelola keberlanjutan perusahaan. Materi tersebut disampaikan Head of Sustainability Indofood, Elly Putranti.

Baca juga: Setelah B50, BRIN Usulkan Langkah Baru Pengembangan BBM Ramah Lingkungan E20

Paparan dilengkapi penjelasan Corporate Sustainability Manager Indofood, Fernandus Satria, mengenai langkah strategis grup dalam membangun ketahanan iklim dan menurunkan emisi karbon.

Pada sesi berikutnya, Manajer Energy Management System and Sustainability Bogasari, Yoga, memaparkan secara lebih spesifik penerapan sustainability di lingkungan Bogasari. Ia menjelaskan berbagai program yang telah dijalankan, termasuk penerapan ISO 50001 Energy Management System yang memberikan dampak nyata terhadap penghematan energi.

Dalam pengelolaan air, Bogasari menerapkan pemanenan air hujan untuk kebutuhan domestik serta mengolah air laut menjadi air tawar untuk kebutuhan produksi maupun nonproduksi.

“Termasuk mengolah air limbah domestik untuk diolah kembali menjadi sumber air flushing toilet. Bahkan dalam rangka climate resilience, Bogasari memiliki flood protection dengan menggunakan polder system,” papar Yoga.

Bogasari juga disebut pernah mencapai peringkat tertinggi industri hijau selama tiga tahun berturut-turut. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam kegiatan operasional.

Melihat Langsung Ekosistem Industri Hijau Bogasari

Setelah mengikuti paparan selama lebih dari satu jam di Auditorium Bogasari, rombongan IS2P diajak melihat langsung sejumlah fasilitas yang menunjukkan penerapan industri hijau di kawasan pabrik.

Peserta mengunjungi fasilitas pengelolaan air laut atau SWRO (sea water reverse osmosis), panel kontrol PLTS (pembangkit listrik tenaga surya), serta lahan nursery atau pembibitan puluhan jenis tanaman, termasuk mangrove.

Rombongan juga melihat pengelolaan dermaga Bogasari yang telah menerapkan konsep green port hingga fasilitas pabrik pasta Bogasari yang merupakan satu-satunya pabrik pasta di Indonesia saat ini.

Ketua IS2P, Satrio Dwi Prakoso, mengapresiasi keterbukaan dan kesiapan Indofood serta Bogasari dalam menerima kunjungan tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi meski waktu persiapan dan pendaftaran kegiatan relatif singkat.

“Apalagi waktu persiapan dan pendafataran terhitung singkat, dan langsung diburu oleh para praktisi dan pemerhati sustainibiity,” ujar Satrio.

Antusiasme tersebut juga berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan peserta. Executive Director Purupiru Creative & Sustainability Communication, Sam August Himmawan, menilai kunjungan ke Bogasari memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam kegiatan bisnis.

"Dari kunjungan ke Bogasari, kami melihat dan belajar tentang bagaimana keberlanjutan dijalankan, bukan sekadar untuk laporan bagi pemangku kepentingan, namun benar-benar berdampak positif bagi proses bisnis," tambah Sam August Himmawan selaku Executive Director Purupiru Creative & Sustainability Communication.

Pengalaman serupa disampaikan Ike Noorhayati, Tenaga Ahli Utama di Kereta Api Indonesia (KAI) Logistik. Ia mengapresiasi transparansi showcase serta eksekusi mekanik yang ditunjukkan sepanjang tur di kawasan Bogasari.

“Saya bisa melihat ekosistem bisnis yang berhasil mengunci variabel sustainability hingga ke tingkat rantai pasok group. Ini segar sekali secara operasional serta tampak komitmen dari direksi Indofood hingga ke seluruh anak usaha,” ujar Ike.

Menurut Ike, studi banding tersebut memperlihatkan tata kelola yang dibangun Grup Indofood tidak berhenti sebagai retorika di tingkat holding. Komitmen tersebut diterjemahkan melalui mandat kepemimpinan langsung hingga tingkat direksi setiap anak perusahaan.

“Konsistensi dan dukungan eksekutif yang berjalan bertahun-tahun ini membuktikan bahwa integrasi keberlanjutan bisa menjadi bagian dari mekanika inti bisnis, bukan sekadar pelengkap laporan tahunan,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.