TRIBUNBENGKULU.COM - Pulau Tikus bukan hanya destinasi wisata bahari, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pesisir Bengkulu.
Dalam beberapa tahun terakhir, pulau kecil di lepas pantai Kota Bengkulu ini menghadapi tekanan abrasi yang menyebabkan luas daratannya terus menyusut.
Di sisi lain, terumbu karang yang mengelilingi Pulau Tikus berperan sebagai salah satu penyangga alami yang membantu melindungi daratan dari gelombang laut.
Melihat pentingnya ekosistem tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Pulau Baai bersama Stars Diving Bengkulu dan masyarakat menanam 760 bibit terumbu karang di tiga titik perairan Pulau Tikus, Sabtu (8/8), bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memulihkan terumbu karang sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Pulau Tikus.
Sebanyak 40 rak spider digunakan sebagai media transplantasi, dengan masing-masing rak berisi 19 bibit terumbu karang. Rak ditempatkan pada tiga kedalaman, yakni sekitar 2 meter, 4–5 meter, dan 6–7 meter.
Metode spider sendiri telah digunakan dalam penelitian rehabilitasi terumbu karang di Perairan Pulau Tikus dan menunjukkan potensi kelangsungan hidup karang yang baik pada kedalaman tertentu.
Tidak hanya melibatkan tim penyelam, kegiatan ini turut mengajak masyarakat, termasuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) binaan Pertamina.
Keterlibatan tersebut diharapkan membuat upaya konservasi menjadi kepedulian bersama, terutama karena keberadaan terumbu karang berkaitan erat dengan potensi wisata dan kehidupan biota laut di sekitar Pulau Tikus.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengapresiasi kolaborasi Pertamina, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut Pulau Tikus.
"Konservasi membutuhkan aksi nyata dan keterlibatan banyak pihak. Apa yang dilakukan hari ini menjadi langkah positif untuk memulihkan terumbu karang sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan laut Bengkulu," ungkap Anshar.
Bagi Pulau Tikus, keberadaan terumbu karang memiliki arti lebih dari sekadar keindahan bawah laut. Ekosistem ini menjadi habitat bagi berbagai biota sekaligus bagian dari perlindungan alami kawasan pesisir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan konservasi lingkungan membutuhkan komitmen yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem.
"Penanaman ini bukan sekadar menambah jumlah terumbu karang, tetapi menjadi langkah awal untuk memulihkan ekosistem Pulau Tikus. Kami menargetkan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 80 persen, sehingga pemantauan dan perawatan perlu dilakukan bersama. Dengan melibatkan masyarakat dan Pokdarwis, kami berharap kepedulian terhadap kelestarian Pulau Tikus dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat," ujar Rusminto.
Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak hanya menanam bibit, tetapi juga membangun upaya bersama untuk merawat laut. Kegiatan tersebut sejalan dengan dukungan perusahaan terhadap _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 14 (Ekosistem Lautan) melalui pelestarian ekosistem laut dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi perusahaan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
###
*Media Contact*
*Rusminto Wahyudi*
*Area Manager Communication, Relations & CSR*
*Pertamina Patra Niaga Sumbagsel*
*rusminto.wahyudi@pertamina.com*
*+62 811-1526-852*