Pemkab Lumajang Siapkan Rp 1,5 Miliar Rehab 6 Pasar Tradisional
Haorrahman August 11, 2026 05:41 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Pemkab Lumajang, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar untuk memperbaiki enam pasar tradisional pada 2026. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan aktivitas pedagang dan masyarakat.

Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang dikelola Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang.

Kepala Diskopindag Lumajang Muhammad Rida mengatakan, enam pasar yang mendapat penanganan yakni Pasar Klojen, Pasar Krai, Pasar Yosowilangun, Pasar Pasirian, Pasar Kunir, dan Pasar Klakah.

Baca juga: SMPN 2 Kunir Lumajang Dibobol Maling, 6 Laptop dan Kamera Canon Raib

Menurut Rida, kondisi sejumlah bangunan pasar sudah membutuhkan perbaikan karena mengalami kerusakan dan dikeluhkan pedagang.

"Klojen seperti itu karena bangunan sudah lama, sehingga mereka (pedagang) mengeluh itu," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Penanganan di masing-masing pasar tidak dilakukan dengan pola yang sama. Diskopindag menyesuaikan jenis pekerjaan dengan kebutuhan dan kondisi bangunan maupun fasilitas pendukungnya.

Di Pasar Kunir, misalnya, perbaikan bangunan sebelumnya telah dilakukan. Namun, pedagang dan masyarakat masih mengeluhkan kondisi akses jalan menuju pasar yang rusak.

"Kunir pernah kami intervensi, tetapi diprotes oleh warga untuk akses jalannya. Akhirnya kami tambah lagi paving. Sementara Pasar Pasirian itu pemeliharaan portal untuk menertibkan parkir," jelas Rida.

Pasar Krai memiliki persoalan berbeda. Setelah bangunan lama roboh, pedagang kemudian menempati bangunan baru yang sebelumnya sudah lama tidak digunakan.

Kondisi tersebut membuat Diskopindag melakukan penataan ulang agar bangunan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat berdagang.

"Kami desain ulang (bangunan baru) kami bongkar ulang meja-meja beton itu untuk dibuat kios-kios di situ sekaligus menfungsikan bangunan yang sudah lama tidak dimanfaatkan (pedagang)," katanya.

Untuk bangunan lama Pasar Krai Yosowilangun yang telah ambruk, Diskopindag berencana melakukan pembongkaran secara keseluruhan. Langkah tersebut dilakukan agar area pasar menjadi lebih luas dan mudah ditata.

Rida mengatakan penataan pedagang akan dilakukan secara bertahap. Selain mempertimbangkan kenyamanan, kondisi bangunan juga menjadi faktor penting karena menempati bangunan yang tidak layak dapat membahayakan pedagang maupun pengunjung.

"Jadi pelan-pelan pedagang kami tata, karena kalau menempati bangunan tidak layak akan sangat berisiko. Setelah kami usulkan di Wakil Bupati dapat anggaran lah kami, jadi kami bangun sekalian," imbuhnya.

Rida menambahkan, kemampuan Diskopindag memperluas penanganan sejumlah pasar juga didukung tambahan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) sebesar Rp700 juta pada tahun ini.

Tambahan tersebut digunakan untuk mendukung pekerjaan di sejumlah pasar, termasuk Pasar Krai dan Pasar Pasirian.

"Untuk rehab Pasar Krai dan Pasirian. Sekalian dilakukan pengecatan tampilan Pasar Pasirian dan Senduro. Karena itu wajah pasar yang sering dilalui masyarakat," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.