POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya (BPJ) menanggapi santai tudingan sebagai “pahlawan kesiangan” yang dilontarkan tokoh masyarakat Belitung Timur Rudi Mudong dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani.
Politisi Partai Golkar tersebut memilih tidak memperpanjang polemik mengenai kedatangannya ke Belitung Timur yang dinilai sejumlah pihak terlambat, setelah sebelumnya terjadi kerusuhan yang berujung pada pembakaran gedung kantor PT Timah.
“Dalam situasi seperti ini, mari kita mawas diri, saling menebar kebaikan. Tidak usah ditanggapi,” ujar Bambang Patijaya saat membalas pesan singkat pada Selasa (11/8/2026).
Sebelumnya, tokoh masyarakat Belitung Timur Rudi Mudong menilai kedatangan Bambang Patijaya ke daerah tersebut terlambat. Ia bahkan menyebut kehadiran Ketua Komisi XII DPR RI itu terkesan seperti “pahlawan kesiangan”.
Sebab, masalah tambang timah sudah memuncak yang berujung pada aksi pembakaran gedung kantor PT Timah yang terjadi pada Jumat (7/8/2026) lalu.
"Maksud kami kenapa tidak dari kemaren-kemarin, kenapa sudah ribut terus setelah ada kepastian ini, baru dia datang. Ini kan seperti pahlawan kesiangan," ujar Rudi.
Ia menjelaskan polemik pertambangan timah di Belitung Timur sudah terjadi semenjak Rencana Kerja Anggaran Belanja (RKAB) PT Timah habis.
Menurutnya masyarakat penambang meminta kepastian terkait pembelian timah hasil tambang mereka.
Namun masalah tersebut terus berlarut-larut tanpa kepastian yang berujung pada aksi anarkis beberapa waktu lalu.
"Sementara pemerintah daerah dan provinsi terus bekerja keras menyelesaikan masalah ini," katanya.
Gubernur Minta Evaluasi
Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani meminta Ketua DPP Partai Golkar mengevaluasi jabatan Ketua Komisi XII DPR RI yang diemban Bambang Pati Jaya atau BPJ.
Hal ini menanggapi kedatangan BPJ ke Kabupaten Belitung Timur yang dianggap terlambat pasca kerusuhan masyarakat penambang beberapa waktu lalu.
"Saya minta dengan kerendahan hati kepada Ketua Umum, saudara Bambang sebagai Ketua Komisi XII harus dikaji ulang," ujar Hidayat saat ditemui usai acara pembagian bantuan pendidikan di SMA Anugrah pada Senin (11/8/2026).
Ia menegaskan sesama Politisi Golkar harus selalu hadir di tengah masyarakat dan mengetahui keluh kesah masyarakat.
Hidayat menilai kedatangan BPJ pasca kerusuhan justru terlambat.
Sebab, masyarakat sebelumnya sudah terprovokasi dengan aksi pembakaran sehingga merugikan negara.
"Itu sudah terlambat, karena negara sudah rugi dengan pembakaran, rakyat sudah terprovokasi," katanya.
Di sisi lain, Hidayat bersyukur setelah rapat bersama jajaran forkopimda Provinsi Babel, forkopimda Belitung, Belitung Timur serta PT Timah, solusi bersama dapat tercapai.
Bahkan masalah tersebut diklaim dapat terselesaikan dalam waktu 1x24 jam.
"Sekarang masyarakat dapat kembali menambang sesuai IUP PT Timah, tidak boleh menambang di Hutan Produksi, Hutan Lindung, aliran sungai serta area konservasi," katanya. (posbelitung.co/dede suhendar)