TRIBUNSTYLE.COM - Siswa SMA inisial AP (14) yang sempat membuat status minta maaf kereta terlambat sebelum ia tewas tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan pada Senin (10/8/2026) dikenal sebagai anak yang baik oleh guru di sekolahnya.
Dikutip dari Tribun Jakarta, kesaksian soal sosok AP diungkap oleh seorang guru di sekolahnya, berinisial I.
Menurut I, AP adalah siswa kelas X yang dikenal baik dan berkepribadian hangat.
"Almarhumah itu pribadi yang hangat, beretika baik, dan mudah beradaptasi." tutur I saat ditemui di lokasi, Selasa (11/8/2026).
Korban juga disebut sebagai murid yang mudah beradaptasi dan tidak memiliki masalah di sekolah.
"Insyaallah saya pastikan tidak pernah ada (masalah), mau itu bullying, mau itu tugas-tugas dan lainnya. Karena baru kelas X juga, anak-anak masih diberikan kenyamanan untuk beradaptasi di lingkungan sekolah," ujar I.
Baca juga: Siswi SMA Tewas Tertabrak KRL di Tangsel, Unggahan Terakhir Disorot: Maaf Kereta Anda Akan Terlambat
Pihak sekolah mengenang korban sempat menulis surat untuk guru di kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Saat itu, korban sempat memberikan surat ucapan terima kasih dan doa yang ditulis tangan secara pribadi kepada gurunya.
Momen tersebut menjadi salah satu kenangan yang membekas bagi pihak sekolah setelah kabar duka mengenai korban.
Selain dikenal baik di sekolah, AP juga merupakan anak kesayangan orangtua.
Hal ini diungkap oleh seorang kerabat AP. Ia memastikan bahwa korban tumbuh dalam keluarga yang penuh perhatian dan kasih sayang.
"Bener-bener disayang mati anak ini. Sayang dan sangat diperhatikan," ungkap salah satu kerabat di rumah duka.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.43 WIB menurut keterangan Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq.
Korban awalnya terlihat menunggu di peron ketika KRL dari arah Tanah Abang masuk ke Stasiun Jurangmangu.
Namun, korban terjatuh di lintasan kereta api hingga menyebabkan ia tertabrak KRL.
Petugas stasiun langsung melakukan tindakan dengan mengevakuasi korban.
Sayang, nyawa korban tak bisa diselamatkan.
Baca juga: Belanja ke Tanah Abang Makin Gampang, Turun KRL Langsung Terhubung ke Skybridge Tanpa Ribet
Kini jenazahnya dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Polisi juga telah menghubungi keluarga korban dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kejadian tersebut.
Di tengah kabar duka ini, beredar status terakhir media sosial korban yang dibuat sesaat sebelum ia tertabrak kereta.
Melalui unggahan itu, korban sempat menyinggung soal keterlambatan kereta.
"Bout to attempt, sorry if your train got delayed," tulis korban.
(Hendak mencobanya sekarang, maaf kalau keretamu bakal terlambat).
Status itu diduga diunggah tidak lama sebelum peristiwa, tetapi keaslian akun dan keterkaitannya dengan korban masih perlu dipastikan.
Saat ini polisi telah meminta keterangan seorang saksi yang merupakan teman korban.
Saksi tersebut sempat bersama dengan korban saat pulang sekolah sebelum akhirnya berpisah di Stasiun Jurangmangu.
"Saat berada di stasiun, keduanya kemudian berpisah untuk menunggu kereta di lokasi yang berbeda," ungkap Kapolsek Ciputat Timur. (Tribun Style/Tribun Jakarta)