192 Ribu Bibit Kopi Dihibahkan, Tunas Bumi Fest 2026 Bawa Pesan Menjaga Hutan Wonosobo
Eko Sutriyanto August 11, 2026 11:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, WONOSOBO – Pesta rakyat di Alun-Alun Wonosobo, Jawa Tengah, tak hanya menghadirkan hiburan dan pertunjukan budaya. Di balik kemeriahannya, Tunas Bumi Fest (Jatubu Fest) 2026 membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang digelar pada 8-10 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari peringatan HUT ke-3 Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP), hari jadi Kabupaten Wonosobo ke-201, serta menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu agenda yang mencuri perhatian adalah komitmen Yayasan Jagat Tunas Bumi (Jatubu) dalam mendukung masyarakat sekitar hutan melalui hibah 192.000 bibit kopi.

Bibit tersebut diberikan kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH).

Pendiri Yayasan Jatubu, Mantep Abdul Ghoni, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor hulu industri kopi lokal.

Menurutnya, masyarakat di sekitar kawasan hutan memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas yang bernilai ekonomi, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Semangat itu kemudian dirangkum dalam pesan yang digaungkan sepanjang festival, yakni "Menjaga Negara".

Baca juga: Dokter Ungkap Aturan Minum Kopi untuk Penderita Diabetes, Waspada Campurannya

Menteri Lingkungan Hidup Buka Festival Balon Udara

Pesan menjaga lingkungan juga mengemuka dalam Festival Balon Udara Tradisional yang digelar pada Minggu (9/8/2026).

Festival tersebut dibuka secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, M. Jumhur Hidayat.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Prof. Dr. Yudi Chrisnandi, Rektor UPN Veteran Jakarta Prof. Dr. Anter Venus, Rizal DP, Indra J Piliang, Hersubeno Arief, Andrianto selaku Komisaris BUMN, serta Taufik Lubis selaku Ketua Umum KNPI.

Di hadapan puluhan ribu warga, Kepala Koordinator Nasional (Kakornas) GMPP Mantep Abdul Ghoni turut menyampaikan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun masyarakat yang mandiri.

Ia juga menyoroti berbagai program pemerintah yang dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat Wonosobo, termasuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Kopdes Merah Putih.

Dari Festival Rakyat hingga Kemandirian Petani

Jatubu Fest 2026 diawali dengan Workshop Kemandirian Ekonomi pada Sabtu (8/8/2026).

Workshop tersebut menghadirkan Joao Angelo Mota, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara.

Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan agenda yang menghadirkan Rocky Gerung dan Kiai Kanjeng.

Minggu pagi, ribuan warga kembali memadati kawasan Alun-Alun Wonosobo untuk mengikuti Festival Balon Udara Tradisional.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengangkat budaya lokal dalam sebuah festival yang menggabungkan unsur lingkungan, ekonomi kerakyatan dan kebudayaan.

Ditutup Tarian Budaya, Bupati Sebut Gerakkan Ekonomi Wonosobo

Puncak Jatubu Fest 2026 berlangsung Senin malam (10/8/2026).

Puluhan ribu warga kembali memenuhi Alun-Alun Wonosobo untuk mengikuti Malam Puncak HUT GMPP ke-3 sekaligus penutupan festival.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat secara resmi menutup rangkaian kegiatan tersebut.

Afif mengapresiasi penyelenggaraan Jatubu Fest 2026 karena dinilai turut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

"Jatubu Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Jagat Tunas Bumi bersama GMPP dalam rangka hari ulang tahun yang ketiga, GMPP telah banyak menghadirkan kegiatan yang tentunya sangat bermakna, sangat bermanfaat karena ini akan tumbuh perekonomian di Kabupaten Wonosobo," ujar Afif.

Malam penutupan kemudian dimeriahkan pertunjukan tari budaya dari grup Saleho Karya Budaya.

Tuntas sudah rangkaian Jatubu Fest 2026. Namun, pesan yang dibawa festival tersebut diharapkan tidak berhenti ketika panggung hiburan dibongkar.

Sebanyak 192 ribu bibit kopi yang disalurkan kepada masyarakat sekitar hutan menjadi salah satu bentuk nyata bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan membangun sumber penghidupan dan kemandirian ekonomi warga.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.