SURYA.CO.ID , SURABAYA - DPRD Jatim saat ini tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Obat Bahan Alam demi menggaungkan kembali potensi jamu dan herbal sebagai opsi pengobatan alternatif utama di tengah masyarakat Jawa Timur.
Langkah strategis itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kemandirian kesehatan berbasis kearifan lokal.
Regulasi itu juga dirancang guna menyokong ekosistem medis modern berbasis bahan alami di wilayah Jatim.
Baca juga: Siswa SMA Al Uswah Cecar Politisi PKS Soal Isu Parkir hingga MBG saat Datangi Gedung DPRD Jatim
Produk regulasi itu telah digodok sejak beberapa waktu lalu dan dibawa ke dalam Rapat Paripurna internal dewan pada Senin (10/8/2026).
"Memang hari ini DPRD mendorong untuk adanya Perda ini terwujud," kata anggota DPRD Jatim Ro'aitu Nafif Laha saat dikonfirmasi dari Surabaya, Selasa (11/8/2026).
Inisiasi dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) itu bertujuan memperkuat industri herbal lokal, mendukung petani tanaman obat, memperluas riset biofarmaka, serta mendorong integrasi layanan pengobatan berbahan alami di rumah sakit milik Pemprov Jatim.
Nafif menjelaskan bahwa Raperda itu didorong agar sektor obat berbahan alami dapat dimasukkan dalam regulasi, termasuk mengoptimalkan hilirisasi hingga promosi pariwisata.
"Maka harus kita munculkan lagi agar nanti bahan alam ini menjadi salah satu pengobatan alternatif yang bisa membuat masyarakat kita ini lebih baik lagi kesehatannya," tandas politisi Gerindra itu.
Demi menggaungkan budaya herbal itu, dewan melibatkan koordinasi aktif lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kominfo, hingga BRIDA Jatim.
Baca juga: DPRD Jatim Dorong Kesetaraan Hak Pendidikan Negeri dan Swasta dalam RUU Sisdiknas
DPRD Jatim mendorong agar rumah sakit milik Pemprov kelak menyediakan obat bahan alam sebagai salah satu opsi pengobatan bagi pasien.
Upaya itu terinspirasi dari penerapan layanan kesehatan berbasis bahan alami yang telah berjalan sukses di Tawangmangu, Jawa Tengah.
"Nah, semoga di Jawa Timur ini pengobatan herbal atau pengobatan bahan alam ini bisa kita wujudkan dengan baik. Walaupun hari ini masih ada di Batu ya, tapi semoga ini nanti bisa kita masukkan di kabupaten dan kota bisa memakai obat bahan alam," ungkap anggota Bapemperda itu.