SRIPOKU.COM - Inilah kunci jawaban IPA kelas 9 SMP halaman 67 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2026, Ayo Uji Kemampuan yang dilansir melalui YouTube Seribu Satu Ide.
Materi ini membahas zat adiktif, cara kerja zat adiktif, dampak penyalahgunaan, serta penggolongan narkotika berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 9 SMP Halaman 38 Kurikulum Merdeka, Tugas Ayo Berdiskusi
Ayo Uji Kemampuan
1. Pilihlah contoh yang sesuai untuk jenis dan cara kerja zat adiktif di bawah ini dengan menghubungkan sisi kanan dan kiri dengan garis!
Jawaban :
Jenis Zat Adiktif
Cara Kerja Zat Adiktif
Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 25-27 Kurikulum Merdeka Revisi, Aktivitas 1.11 Ayo Selidiki
2. Uraikan perbedaan cara kerja benzodiazepin dan morfin! Sebutkan pula efek yang ditimbulkan dari penyalahgunaan kedua zat adiktif tersebut!
Jawaban :
Benzodiazepin bekerja sebagai depresan di otak sehingga secara medis digunakan untuk menenangkan, mengurangi kecemasan, membantu tidur, dan sebagai obat antikejang.
Efek penyalahgunaan benzodiazepin antara lain mengantuk berlebihan, bingung, gangguan koordinasi, hilang ingatan jangka pendek, penurunan konsentrasi dan daya pikir, serta ketergantungan (sulit tidur tanpa obat, gejala putus obat berupa gelisah, kejang, bahkan halusinasi).
Morfin bekerja sebagai analgesik di otak dan sumsum tulang belakang sehingga menekan rasa sakit (analgesik kuat) sekaligus menimbulkan euforia.
Efek penggunaan morfin antara lain euforia berlebihan (rasa senang dan nyaman yang intens). penurunan kesadaran, kantuk berat, mual, muntah, konstipasi, ketergantungan fisik yang sangat kuat dan gejala putus obat berupa gelisah, nyeri otot, diare, keluar keringat dingin, dan insomnia.
3. Narkotika dibedakan menjadi tiga golongan berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Sebutkan dan jelaskan perbedaan ketiganya!
Jawaban :
Golongan I memiliki potensi ketergantungan sangat tinggi sehingga tidak digunakan untuk terapi medis (kecuali penelitian & ilmu pengetahuan dengan izin khusus). Golongan ini mendapat pengawasan paling ketat. Sebagai contoh antara lain: heroin, kokain, LSD, ekstasi (MDMA), sabusabu/metamfetamin.
Golongan II memiliki potensi ketergantungan tinggi sehingga dapat digunakan untuk terapi medis tertentu bila pilihan lain tidak efektif dan masih perlu pengawasan ketat. Contohnya adalah mor n dan petidin.
Golongan III memiliki potensi ketergantungan ringan sehingga sering digunakan dalam pengobatan dan terapi medis. Pengawasan untuk golongan ini tetap ada tetapi tidak seketat golongan I & II, contohnya adalah kodein.