TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan belum padam sepenuhnya. Tim gabungan masih berjibaku di lokasi kebakaran hingga Rabu (12/8/2026).
Petugas gabungan melanjutkan pendinginan di dua lokasi Karhutla, yakni di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, dan di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti.
Tim dari rayon kecamatan masing-masing masih siaga di lokasi kebakaran lantaran asap tetap muncul. Sehingga penyiraman untuk menghilangkan kabut asap terus diupayakan.
"Api sudah padam di dua lokasi, tapi masih berasap. Jadi tetap dilakukan pendinginan sampai tuntas," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan, M.Si, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (12/8/2026).
Titik Karhutla di Kelurahan Kerumutan telah berlangsung satu pekan lebih. Luas lahan gambut yang telah hangus mencapai 17 hektar lebih.
Puluhan personel gabungan dikerahkan sejak awal untuk operasi pemadaman darat.
Dibantu Satgas Udara Provinsi Riau yang mengirimkan helikopter Water Bombing (WB) beberapa hari pemadaman.
Hingga akhirnya api padam, asap masih terus muncul dari lahan bekas terbakar.
Baca juga: Hari Ini Hotspot Riau Turun Lagi, Tinggal 23 Titik, Sumatera Masih Diatas 500 Titik
Baca juga: Kabut Asap Karhutla Mulai Melanda Pangkalan Kerinci, DLH Pelalawan Sebut Kualitas Udara Tidak Sehat
Sebagian tim tetap siaga di lokasi melakukan pendinginan.
Sedangkan Karhutla di Desa Kuala Panduk, Teluk Meranti memasuki hari ketiga penanggulangannya. Dua hari si jago merah dibombardir petugas gabungan darat dibantu satu unit helikopter WB.
Titik api berhasil dikendalikan dan menyisakan titik asap dari bagian tengah lahan yang sudah hangus.
"Sifat Karhutla di lahan gambut memang seperti itu. Pemadaman apinya sulit dan pendinginan titik asap harus maksimal. Dua lokasi itu gambutnya cukup dalam," tandas Zulfan.
Sampai saat ini, petugas gabungan dari berbagai instansi masih fokus pada pendinginan menggunakan peralatan lengkap.
Personel dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat setempat. Dibantu oleh regu pemadam kebakaran dari beberapa perusahaan yang dekat dengan lokasi karhutla. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)