Kapal Nelayan Ditabrak Kapal Lain di Perairan Peniki saat ABK sedang Beristirahat
Hendra August 12, 2026 02:39 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Kecelakaan laut dialami oleh KM Satriani atau yang dikenal dengan nama KM Putra Buluh, diduga ditabrak kapal lain di perairan Pulau Peniki, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/8/2026) dini hari.

Kapal nelayan yang berangkat dari Tanjungpandan dengan 5 ABK tersebut pecah dan tenggelam.

Sementara dari 5 ABK yang ada di kapal tersebut, baru satu orang yang ditemukan dalam keadaan selamat yakni Khairul alias Boci.

Sedangkan empat ABK lainnya, yakni Syamsir, Andi Syamsu, Agustono, dan Muhammad Irfan, masih dalam pencarian.

Bos sekaligus penampung hasil tangkapan para nelayan tersebut, Wandi, mengatakan seluruh kru berangkat dari Tanjungpandan pada Senin pekan lalu menuju perairan Peniki untuk mencari cumi-cumi.

"Mereka bertemu di lokasi dengan dua perahu lainnya karena ada yang berangkat dari Bangka, bukan dari Tanjungpandan. Total ada lima orang di dalam kapal, termasuk nakhoda," kata Wandi kepada posbelitung.co pada Rabu (12/8/2026). 

Wandi mengaku pertama kali menerima kabar tenggelamnya kapal dari satu-satunya korban yang selamat.

Dari penuturan korban selamat, kata dia, peristiwa nahas itu terjadi saat seluruh kru sedang beristirahat di atas kapal.

Wandi menjelaskan, ketika itu lampu yang digunakan untuk memancing sudah dimatikan. Hanya lampu navigasi yang masih menyala sebagai penanda keberadaan kapal.

"Kejadiannya sekitar pukul 01.00 atau 02.00 WIB. Saat itu para kru sedang beristirahat. Lampu untuk memancing sudah dimatikan dan hanya lampu navigasi yang masih menyala. Tiba-tiba kapal lain sudah berada sangat dekat dan langsung menabrak kapal mereka," ungkapnya.

Karena benturan terjadi begitu cepat, para kru disebut tidak sempat menyelamatkan kapal.

Seluruh kru, termasuk nahkoda langsung melompat ke laut.

"Korban yang selamat ini mengapung pakai tutup peti fiber. Dia sempat mencoba melihat ke kiri dan kanan tapi empat rekannya sudah tidak terlihat lagi karena terpisah," katanya.

Khairul alias Boci kemudian berhasil bertahan di laut hingga akhirnya ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan setempat di sekitar wilayah Tambelan.

Saat ini, pihak keluarga bersama Wandi terus berkoordinasi dengan Basarnas terkait proses pencarian empat korban yang masih hilang.

"Kejadian ini sudah kami laporkan ke Basarnas. Kami juga berkoordinasi dengan Basarnas Tanjungpinang karena lokasi kejadian masuk wilayah kerja mereka," ucap Wandi.

Namun karena lokasi kejadian cukup jauh dari Tanjungpinang, operasi pencarian dilakukan dari titik terdekat.

"Karena jarak Peniki ke Tanjungpinang cukup jauh, titik koordinasi terdekat dilakukan dari Pontianak. Tim SAR menuju lokasi menggunakan kapal dari Pontianak," ujarnya.

Wandi berharap proses pencarian membuahkan hasil dan seluruh korban dapat segera ditemukan.

"Untuk saat ini kami masih menunggu informasi terbaru dari tim yang berada di lapangan. Mudah-mudahan ada perkembangan dan empat korban lainnya bisa segera ditemukan," katanya. (posbelitung.co/dede suhendar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.