Galeri Antik Medan Padukan Buku, Kaset Pita, dan Kopi dalam Satu Ruang Penuh Nostalgia
Tribun-video August 12, 2026 03:42 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Di Jalan H.M. Joni No. 8, Kota Medan, terdapat ruang yang menjadi tempat berkumpulnya pencinta buku dan musik lawas bernama Galeri Antik Medan.Meski baru beroperasi sekitar delapan bulan, konsep galeri ini telah dirintis sejak 2017 melalui Literasi Kopi. Pemilik Galeri Antik Medan, Jhon Fawer Siahaan (38), menyebut tempat tersebut menjadi ruang yang menyatukan literasi, musik, dan nostalgia."Galeri Antik Medan ini memang baru sekitar delapan bulan, tapi secara konsep barang-barang yang ada di sini sudah dimulai sejak Literasi Kopi pada tahun 2017," ujar Jhon.Di dalam galeri terdapat sekitar 10 ribu buku, CD, VCD, piringan hitam, serta sekitar 50 ribu kaset pita. Koleksi tersebut dikumpulkan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap tren back to analog."Belakangan ini saya melihat antusias masyarakat dengan tren back to analog. Ada kesatuan antara buku, kaset, dan kopi. Makanya saya satukan semuanya di sini," katanya.Kecintaan Jhon terhadap buku bertema lokal bermula ketika menyusun skripsi mengenai sejarah Opera Batak. Saat mencari referensi ke berbagai perpustakaan di Medan, ia menemukan bahwa koleksi sejarah dan budaya daerah masih sangat minim.Sejak saat itu, Jhon mulai mengumpulkan buku mengenai budaya dan sejarah berbagai suku di Sumatera, seperti Batak, Simalungun, dan Melayu.Kini, dari sekitar 10 ribu buku yang dimiliki, hanya sekitar 300-an yang bertema lokal. Menurut Jhon, buku-buku tersebut semakin sulit ditemukan, terutama terbitan sebelum tahun 2000.Sebagian koleksi diperoleh melalui internet, media sosial, dan pasar elektronik. Meski memiliki koleksi yang berpotensi menjadi sumber referensi bagi masyarakat dan akademisi, Jhon mengatakan belum ada perhatian dari pemerintah.Selain buku, kaset pita menjadi salah satu daya tarik Galeri Antik Medan. Koleksinya mencapai sekitar 50 ribu buah, dengan pengunjung dari berbagai usia.Anak muda biasanya mencari musik alternatif seperti Green Day dan Oasis. Sementara itu, pengunjung yang lebih tua berburu kaset etnik dan rilisan era 1970-an yang sulit ditemukan di platform digital.Menariknya, tren musik analog juga mulai diminati anak-anak usia sekolah."Anak-anak SD sampai SMP sekarang juga sudah mulai datang ke sini, baik untuk membeli maupun sekadar mendengarkan lagu-lagu lawas," pungkasnya.Program: Local ExperienceEditor: Magang Ayu Ariana Lailatul Khotimah#GaleriAntikMedan #BackToAnalog #Medan #WisataMedan #Literasi #BukuAntik #KasetPita #MusikAnalog #KoleksiAntik #BukuLangka #SejarahMedan #BudayaSumatera #TribunMedan
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.