Hiswana Migas Papua Barat Kawal Pembangunan 5 Pangkalan BBM di Pesisir Kaimana
Hans Arnold Kapisa August 12, 2026 03:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Papua Barat, , Ferry Auparay, siap membantu Bupati Kaimana dalam menyelesaikan pembangunan lima titik pangkalan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah pesisir. 

Langkah ini dinilai penting untuk menjawab keluhan masyarakat, khususnya nelayan, terkait sulitnya akses BBM dengan harga terjangkau.

Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Dapil Kaimana-Wondama ini menjelaskan, ketersediaan BBM di distrik pesisir menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani. 

“Yang saya sampaikan ke Bupati adalah ketersediaan BBM di semua distrik pesisir. Kemudian antisipasi dua perusahaan migas multinasional, apakah itu Pertamina, Petronas, dan salah satu yang akan masuk eksplorasi Blok Bubara.

Itu yang kami sarankan ke Pak Bupati. Ini yang menjadi fokus kami di Kaimana,” ujarnya saat menghadiri Musda IV Partai Golkar Kabupaten Kaimana, Rabu (12/8/2026).

Menurut Ferry, Bupati Kaimana telah mengusulkan pembangunan lima titik pangkalan BBM di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca juga: Ferry Auparay Dorong Konsolidasi dan Kampanye Digital Gen Z di Musda IV Golkar Kaimana

“Pak Bupati ternyata sudah mengusulkan lima titik, tiga di antaranya berada di distrik pesisir.

Terlepas dari tugas saya sebagai anggota DPR, saya juga sebagai Ketua Hiswana Migas Papua Barat akan terus membantu Bupati menyelesaikan lima titik tersebut.

Sehingga persoalan BBM bagi nelayan dan masyarakat pesisir bisa kita atasi secepatnya dalam tahun 2026,” jelasnya.

Ia menekankan, ketersediaan BBM dengan harga murah akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kalau BBM sudah terjangkau dengan harga murah, masyarakat di kampung-kampung bisa menerima, maka ekonominya lebih baik, transportasi lancar, dan harga ikan bisa jauh lebih terjangkau,” tegasnya.

Ferry juga menambahkan, lima anggota DPR Papua Barat dari Kaimana bukanlah orang baru, melainkan putra daerah yang memahami betul kondisi dan kendala di lapangan.

“Tugas saya selaku perwakilan dari Wondama di Dapil Kaimana-Wondama adalah membantu masyarakat Kaimana menyelesaikan persoalan BBM,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.