TRIBUNGORONTALO.COM – Pratiwi Bilondatu (25), purna Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kabupaten Gorontalo tahun 2017, membagikan perjalanan kariernya.
Wanita kelahiran 10 Desember 2000 ini mengungkapkan awal keterlibatannya di Paskibraka terjadi secara tidak terduga.
Saat itu, ia masih menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Telaga.
Wanita yang akrab disapa Tiwi tersebut menceritakan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukanlah impian awal yang ia rencanakan sejak kecil.
Baca juga: Fadli Hasan Minta Kerja Sama Gorontalo dan UEA Tak Berhenti di Meja Dialog
Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Telaga Biru, kemudian dilanjutkan ke jenjang MTs, hingga akhirnya masuk di SMAN 1 Telaga.
"Awalnya tidak ada niat mau masuk Paskibraka, tidak kepikiran sama sekali. Cuma alhamdulillah kebetulan mungkin sudah rezeki, diajak dan ditarik di sekolah di pagar karena mungkin kriteria memenuhi syarat. Jadi alhamdulillah terpilih tahun 2017," ungkap Pratiwi saat ditemui TribunGorontalo.com di sela-sela latihan calon Paskibraka Kabupaten Gorontalo di GOR David-Tonny, Limboto, Gorontalo, Rabu (12/8/2026).
Tiwi mengaku sangat bangga dan bahagia pernah mendapat kesempatan mengibarkan bendera.
Setelah menyelesaikan tugas sebagai pelaksana pada tahun 2017, Pratiwi terus mendedikasikan dirinya dalam organisasi.
Sejak tahun 2019 hingga saat ini, ia aktif bertugas sebagai pamong untuk mendampingi dan membina adik-adik juniornya.
Tips Seleksi Calon Paskibraka
Berdasarkan pengalamannya mendampingi para peserta, Pratiwi membagikan sejumlah tips krusial bagi siswa-siswi SMA yang ingin lolos seleksi Paskibraka.
Menurutnya, proses seleksi kini telah berkembang dan membutuhkan persiapan yang lebih komprehensif.
"Tips untuk adik-adik agar bisa jadi Paskibraka itu yang pertama harus selalu latihan. Bukan hanya latihan fisik, sekarang kan sudah ada seleksi CAT. Jadi harus terus belajar tentang wawasan kebangsaan, TIU (Tes Inteligensia Umum), dan keswa (kesehatan jiwa)," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh.
"Kesehatan juga nomor satu, karena latihan Paskibraka itu yang utama fisik," tambah Pratiwi.
Di luar kegiatan Paskibraka, Pratiwi telah merampungkan pendidikan tingginya di Universitas Gorontalo. Ia merupakan alumnus Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Saat ini, Tiwi disibukkan dengan mengelola usaha keluarga di bidang properti yang telah ia tekuni selama dua tahun terakhir sejak lulus kuliah.
Bagi Pratiwi, kunci utama dalam membangun usaha adalah modal, tekad, dan keberanian.
Saat ditanya mengenai harapan serta cita-cita masa depannya, Pratiwi mengungkapkan keinginannya untuk berkiprah di dunia pemerintahan daerah.
"Saat ini kalau untuk kepolisian tidak. Cita-citanya ingin jadi bupati. Amin, siapa tahu jadi bupati, supaya jadi irup. Kan kemarin di lapangan, suatu saat nanti jadi irup di atas panggung menerima bendera," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Bidik Investasi Uni Emirat Arab, Energi dan Kelapa Jadi Prioritas
Pratiwi berharap para anggota Paskibraka yang menjalani masa latihan agar tetap menjaga kondisi fisik dan mental hingga hari penugasan.
"Harus tetap semangat, semoga sampai hari H kita sukses melaksanakan dan bendera terkibar dengan baik," tutupnya.
Pantauan TribunGorontalo.com di Gelanggang Olahraga (GOR) David-Tonny, Limboto, pada Rabu (12/8/2026), para calon Paskibraka Kabupaten Gorontalo tengah intensif menggelar latihan pengibaran bendera.
Meskipun berada di bawah terik matahari, mereka menunjukkan semangat dan kedisiplinan tinggi dalam mengikuti seluruh instruksi pelatih.
Setelah latihan sejak pagi, para peserta beristirahat pukul 12.02 Wita. (*)