Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) menyebut, kebakaran di sekitar pabrik bingkai di Jalan Lampiri Raya Nomor 28, RT 02 dan RT 04, RW 012, Pondok Kelapa, Duren Sawit, sudah terjadi sebanyak empat kali.

"Ya betul memang pengakuan dari masyarakat tadi juga saya sedikit bertanya-tanya kepada masyarakat khususnya yang terkena imbas kebakaran. Jadi memang antara tiga sampai empat kali sudah terjadi kebakaran," kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu.

Muchtar menyebut, kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari ini menjadi yang terbesar dibandingkan kejadian-kejadian sebelumnya.

Berulangnya kebakaran di lokasi tersebut, kata dia, menjadi perhatian karena pabrik berada di tengah kawasan permukiman yang padat. Sedangkan, di sekitar bangunan pabrik terdapat rumah warga dan sebuah musala.

"Saya juga sedikit khawatir karena memang barangkali tidak layak ada di dekat pemukiman, kawasan pabrik ini kan mengandung risiko yang cukup tinggi," jelas Muchtar.

Dalam kebakaran terbaru, api berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet luas ke permukiman. Hanya satu rumah warga yang dilaporkan terdampak selain bangunan pabrik.

"Alhamdulillah kita bisa lokalisir karena memang di belakang sana ada musala, kemudian terapit dengan lingkungan yang padat," ucap Muchtar.

Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas juga tidak menerima laporan mengenai korban luka.

Selain riwayat kebakaran yang berulang, kondisi material di dalam pabrik juga menjadi perhatian petugas. Muchtar menyebut pabrik bingkai menggunakan bahan kayu, sementara proses pengecatan menggunakan thinner dan bahan lain yang mudah terbakar.

Petugas juga melihat adanya gudang yang menyimpan biji-biji plastik di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengamanan kebakaran yang lebih ketat.

"Ini perlu ekstra pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya bahaya kebakaran sebenarnya. Ini adalah tanggung jawab daripada pemilik pabrik itu," ucap Muchtar.

Sementara itu, penyebab kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari belum dapat dipastikan. Pihaknya menyerahkan penyelidikan kepada kepolisian untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

"Ya, kita belum bisa pastikan. Nanti biar dari pihak kepolisian lah yang melakukan penyelidikan untuk memutuskan dari mana asal muasal api itu, sehingga terjadi kebakaran," katanya.

Adapun berdasarkan informasi mengenai kebakaran sebelumnya, salah satu dugaan penyebab yang pernah disampaikan adalah hubungan arus pendek listrik.

"Penyebabnya tempo hari yang disampaikan itu hubungan arus pendek juga, hubungan arus pendek listrik. Karena memang kan tidak menutup kemungkinan namanya pabrik pasti penggunaannya listrik," ucap Muchtar.

Namun, dugaan tersebut tidak dapat langsung dijadikan kesimpulan untuk kebakaran terbaru. Polisi masih perlu melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab dan titik awal munculnya api.