Penyebab 21 Rumah Terbakar Hebat di Bengkulu, KTP hingga Ijazah Ikut Ludes
Noval Andriansyah August 12, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bengkulu - Sebanyak 21 rumah warga dilaporkan hangus akibat amukan si jago merah di kawasan permukiman padat Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, pada Rabu (12/8/2026) siang.

Baca juga: Zaini Nekat Terjun ke Laut Demi Selamat dari Kebakaran KMP Putri Yasmin, 4 Jam Baru Dievakuasi

Insiden kebakaran hebat yang terjadi sekitar pukul 11.20 WIB tersebut tidak hanya meratakan bangunan fisik, tetapi juga memusnahkan berbagai dokumen penting milik korban seperti KTP dan ijazah. 

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat bersama jajarannya langsung turun ke lokasi kejadian guna meninjau dampak bencana sekaligus memimpin proses penyelidikan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri dugaan titik awal munculnya api dari satu rumah bedengan.

Petugas memastikan investigasi mendalam akan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti di balik musibah yang melumpuhkan aktivitas warga tersebut.

"Kita akan lakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran ini," kata Rahmad saat meninjau lokasi, Rabu (12/8/2026), dilansir TribunBengkulu.com.

Rahmad menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut karena masih menunggu hasil pendalaman di lapangan. Informasi awal mengenai dugaan titik api masih menjadi bahan investigasi bagi aparat berwenang.

"Untuk penyebab kebakaran sedang kita selidiki. Belum ada petunjuk," ujarnya.

Kendati demikian, informasi sementara yang dihimpun petugas dari Ketua RW setempat menyebutkan bahwa api diduga bermula dari bagian kolong sebelah kiri sebuah rumah bedengan dua pintu.

Kendati begitu, polisi menyatakan informasi tersebut belum final dan masih memerlukan pembuktian ilmiah melalui olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Tadi disampaikan oleh Pak Kadis, ada bedengan di belakang itu yang menjadi titik api. Ini akan kita lakukan penyelidikan," tambah Rahmad.

Hingga kini, kepolisian terus mendalami seluruh petunjuk guna memastikan bagaimana api pertama kali berkobar dan dengan cepat meluas ke bangunan di sekitarnya.

Api Cepat Membesar di Permukiman Padat

Kebakaran terjadi di kawasan permukiman yang memiliki bangunan berdempetan. Kondisi tersebut membuat kobaran api dengan cepat merambat dan menyulitkan proses pemadaman.

Selain kepadatan bangunan, akses menuju lokasi juga cukup terbatas. Petugas pemadam kebakaran harus bekerja keras menjangkau titik api sekaligus melakukan pelokalisiran agar kobaran tidak semakin meluas.

Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran melalui layanan 112.

Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung mengerahkan armada menuju lokasi. Namun, kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan.

"Rumah-rumah di kawasan ini sangat padat. Tadi kami mendapatkan informasi dari layanan 112 bahwa terjadi kebakaran di lokasi ini," ujar Yuliansyah.

Menurutnya, berdasarkan informasi Ketua RW, rumah bedengan dua pintu di bagian kolong sebelah kiri diduga menjadi lokasi pertama munculnya api.

Api kemudian membesar hingga sulit dikendalikan.

"Api kemudian membesar dan, menurut Pak RW, kondisinya sudah luar biasa sehingga tidak bisa lagi dibendung," katanya.

Dampak kebakaran sementara diperkirakan mencapai 21 unit rumah.

Jumlah tersebut masih dapat berubah karena pendataan secara menyeluruh masih dilakukan oleh pihak terkait.

Polisi juga masih mendalami kondisi penghuni rumah yang terdampak serta kronologi lengkap kejadian.

Hingga Kapolresta Bengkulu memberikan keterangan di lokasi, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung. Polresta Bengkulu akan mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa lokasi untuk memastikan titik awal serta faktor yang menyebabkan kebakaran.

"Kita akan lakukan penyelidikan dan nanti akan kita informasikan kepada rekan-rekan," ujar Rahmad.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.