Rambut Rontok Tak Selalu karena Sampo, Ini Beragam Penyebabnya, Mulai dari Genetik hingga Stres
Tiara Shelavie August 12, 2026 09:21 PM

TRIBUNNEWS.COM - Rambut rontok merupakan kondisi yang cukup sering dialami banyak orang.

Kerontokan rambut dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari genetik, perubahan hormon, stres, hingga pola makan yang tidak tepat.

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi di Aesthetic Derma Centre Bandung, dr. Yogi Faldian, Sp.DVE, mengatakan penyebab rambut rontok sangat beragam.

Salah satu faktor yang dapat memicu kerontokan rambut adalah faktor genetik.

Seseorang dapat mengalami penipisan rambut sejak usia muda apabila memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Kondisi tersebut, lanjutnya, biasa disebut sebagai alopesia androgenetik.

"Mungkin kita pernah melihat orang yang di usia muda sudah mulai tipis rambutnya, karena orang tuanya juga sebelumnya sudah tipis," ujar dr. Yogi ketika  diwawancarai dalam program Healthy Talk dari Studio Tribunnews Solo, beberapa waktu lalu.

Perubahan Hormon

Selain faktor genetik, perubahan hormon juga dapat memengaruhi kondisi rambut.

dr Yogi menyebut perubahan hormon kerap terjadi pada perempuan, termasuk saat kehamilan dan menjelang menopause.

"Juga ada perubahan hormon yang sepertinya sering terjadi pada ibu-ibu yang hamil, mau menopause," katanya.

Gangguan hormon tertentu juga dapat berpengaruh terhadap kerontokan rambut, termasuk kondisi yang berkaitan dengan kista ovarium.

Baca juga: Berapa Batas Aman Rambut Rontok? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Dermatologi

Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu juga perlu diperhatikan.

Menurut dr. Yogi, beberapa jenis obat dapat menyebabkan rambut rontok sebagai salah satu efeknya.

"Pada beberapa jenis obat mungkin yang kita tahu seperti kemoterapi, kemudian penggunaan obat-obatan hipertensi pun ada yang bisa menyebabkan kerontokan juga," ujarnya.

Stres hingga Diet Ekstrem

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah stres, baik stres fisik maupun psikologis.

Menurut dr Yogi, orang yang sedang mengalami stres dapat mengalami kerontokan rambut.

"Stres fisik atau psikologis juga bisa. Jadi orang-orang yang lagi stres kemudian rambut-rambutnya jadi rontok itu juga sangat-sangat mungkin terjadi," jelasnya.

Asupan nutrisi juga berperan dalam menjaga pertumbuhan rambut.

Kerontokan dapat terjadi ketika tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan pertumbuhan rambut.

Kondisi tersebut, kata dr. Yogi, dapat ditemukan pada orang yang menjalani diet secara ekstrem.

"Misalkan orang-orang yang dietnya ekstrem. Jadi karena pengen kurus, dia mengurangi makanannya terlalu banyak sehingga terjadi defisiensi atau kekurangan vitamin-vitamin atau protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan atau mempertahankan rambut," tuturnya.

Faktor usia juga dapat memengaruhi kondisi rambut. Seiring bertambahnya usia, rambut dapat menjadi lebih mudah mengalami kerontokan.

Penggunaan bahan kimia untuk perawatan rambut juga perlu diperhatikan.

dr Yogi menyebut penggunaan pewarna maupun bleaching rambut dapat mengganggu kondisi rambut dan memicu kerontokan.

"Penggunaan zat-zat tertentu seperti pewarna atau bleaching rambut itu juga bisa mengganggu atau membuat rambut menjadi rontok," katanya.

Gangguan Kulit Kepala hingga Gaya Hidup

Kerontokan rambut juga dapat berkaitan dengan kondisi kulit kepala.

Beberapa gangguan seperti eksim, ketombe berat, hingga infeksi pada kulit kepala dapat memengaruhi rambut.

"Ketombe yang berat sekali juga bisa membuat rambut jadi rontok atau malah penyakit-penyakit infeksi seperti infeksi jamur, infeksi bakteri pada folikel rambut atau kulit kepala berambut itu juga bisa," ujar dr. Yogi.

Selain berbagai faktor tersebut, gaya hidup juga tidak boleh diabaikan.

Salah satunya adalah kebiasaan merokok yang disebut dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam masalah kerontokan rambut.

Dengan demikian, rambut rontok tidak selalu disebabkan oleh satu faktor.

Genetik, hormon, obat-obatan, stres, kekurangan nutrisi, usia, penggunaan bahan kimia, gangguan kulit kepala, hingga gaya hidup dapat berperan terhadap kondisi tersebut.

Karena penyebabnya beragam, penting untuk memperhatikan pola kerontokan dan kondisi kulit kepala agar faktor yang mendasarinya dapat diketahui dengan tepat.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.