TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Total 40 tim adu ketangkasan dan kekompakan dalam Klaten Fire Safety Challenge 2026, yang digelar di Alun-Alun Klaten, Selasa (11/8/2026).
Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten dan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Sejak dimulai, para peserta dituntut bergerak cepat menghadapi berbagai simulasi keadaan darurat kebakaran.
Mereka tidak hanya diuji dalam kemampuan memadamkan api, tetapi juga ketepatan, kedisiplinan, komunikasi, serta kekompakan dalam bekerja sebagai sebuah tim.
Sebanyak 40 tim dibagi dalam dua line, yakni Line A dan Line B. Setiap tim beranggotakan empat orang.
Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari tim tanggap darurat perusahaan, rumah sakit, BUMD, hingga relawan dari 24 kecamatan di Kabupaten Klaten.
Kompetisi dibagi dalam dua kategori, yakni tim tanggap darurat perusahaan untuk penanganan kebakaran gedung dan relawan kecamatan untuk penanganan kebakaran lingkungan.
Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Pj Sekda Klaten bersama jajaran Satpol PP dan Damkar Klaten serta perwakilan pemadam kebakaran wilayah Solo Raya.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melalui Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran.
"Kebakaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Dapat menimbulkan kerugian yang besar, tidak hanya materi, tetapi bisa menimbulkan korban jiwa. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama," tegasnya.
Selain menjadi kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi dan simulasi bagi peserta maupun masyarakat.
“Edukasi dan simulasi yang dilaksanakan harus terus diperkuat. Saya berharap peserta menjadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar dan meningkatkan kemampuan apabila terjadi keadaan darurat kebakaran," terangnya.
Kemampuan menghadapi situasi darurat dinilai penting karena penanganan awal yang tepat dapat membantu mencegah kebakaran semakin meluas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Sumino, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten.
Melalui Klaten Fire Safety Challenge 2026, keterampilan penanganan kebakaran sekaligus kesadaran masyarakat terhadap keselamatan terus didorong.
Sebab, menghadapi risiko kebakaran bukan hanya menjadi tugas petugas pemadam, tetapi membutuhkan peran dan kesiapsiagaan seluruh masyarakat. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)