Sempat Diserang Tungro, Petani di Martapura Barat Banjar Kembali Panen Padi di Tengah El Nino
Ratino Taufik August 12, 2026 09:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Petani di Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kembali memanen padi varietas Inpari 32, Rabu (12/8/2026).

Panen yang dilakukan Kelompok Tani Harapan Bersama tersebut menjadi kabar baik bagi petani. Sebab, lahan yang kini dipanen sebelumnya sempat terserang penyakit tungro hingga membuat petani khawatir gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petani untuk kembali menggarap lahannya.

Menurutnya, pendampingan dan pengawalan dari petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) turut membantu petani dalam menangani serangan tungro tersebut.

“Kami laporkan dulu lahan ini terkena tungro. Petani saat itu sangat bersedih, mereka tidak dapat melakukan panen,” kata Syamsir saat menghadiri panen padi di Desa Penggalaman.

Namun, petani kemudian mendapatkan motivasi serta pendampingan dari petugas di lapangan. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kondisi tanaman kembali membaik.

Syamsir menyebut, hasil panen kali ini menunjukkan bahwa upaya pendampingan tersebut membuahkan hasil.

Baca juga: Siaga Karhutla di Balangan, Personel Gabungan di Kerahkan Untuk Tindakan Respon Cepat

“Kalau dulu mereka mukanya merengut dan masam, sekarang mereka senyum karena panen,” ujarnya.

Panen tersebut juga menjadi bagian dari produksi padi Kalsel yang terus bertambah. Syamsir menyebut hingga Agustus 2026, produksi padi di Kalimantan Selatan telah mencapai sekitar 670 ribu ton.

Angka tersebut, lanjutnya, masih akan terus bertambah karena aktivitas panen diperkirakan berlangsung hingga akhir September 2026.

“Pada saat kondisi kita di El Nino, Kalimantan Selatan masih panen. Panen ini menambah produksi padi Kalimantan Selatan. Sampai dengan bulan Agustus 2026 kita sudah mencapai 670 ribu ton dan ini akan bertambah terus sampai akhir September kita akan terus panen,” jelasnya.

Tak berhenti pada panen kali ini, Kelompok Tani Harapan Bersama juga telah sepakat kembali mengolah lahan untuk ditanami padi.

Syamsir mengatakan, pola tersebut menunjukkan keberlanjutan aktivitas pertanian di tengah kondisi cuaca yang menjadi tantangan bagi petani.

“Setelah ini kelompok tani sudah sepakat untuk lanjut olah tanah atau olah lahan. Mereka akan menanam kembali, jadi tiada henti,” katanya.

Ia pun mengapresiasi para petani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang berkaitan dengan tata kelola air, dinas pertanian kabupaten, PUPT hingga Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) yang terlibat dalam mendukung kegiatan usaha tani tersebut.

Menurut Syamsir, keberlanjutan produksi padi tidak hanya bergantung pada petani, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman dan pengelolaan lahan serta air.

Dengan kembali dilakukannya penanaman setelah panen, DPKP Kalsel berharap produktivitas padi dapat terus terjaga hingga akhir tahun. (Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.