Liputan6.com, Jakarta - Russell Westbrook, salah satu bintang paling dinamis di NBA, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari liga pada Rabu, 12 Agustus 2026. Keputusan ini disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, menampilkan sorotan perjalanan kariernya yang epik, dengan narasi oleh aktor peraih Oscar, Michael B. Jordan. Westbrook mengakhiri 18 musimnya di NBA pada usia 37 tahun, setelah musim terakhirnya (2025-2026) bersama Sacramento Kings.
Meskipun masih mendapat tawaran untuk melanjutkan karier dari Sacramento Kings dan Washington Wizards, Westbrook memilih untuk pensiun, menandai berakhirnya era seorang pemain yang dikenal dengan intensitas dan pencapaian statistiknya yang luar biasa. Pada musim terakhirnya, ia mencatatkan rata-rata 15,2 poin, 6,7 assist, dan 5,4 rebound dalam 64 penampilan bersama Kings.
Pengumuman ini menutup lembaran karier seorang atlet yang tidak hanya mendominasi di lapangan, tetapi juga meninggalkan jejak signifikan di luar lapangan melalui berbagai inisiatif komunitas.
Westbrook memulai karier NBA-nya pada tahun 2008 setelah dipilih sebagai pilihan keempat secara keseluruhan oleh Oklahoma City Thunder. Ia menghabiskan 11 musim pertamanya bersama Thunder, periode di mana ia mencapai puncak performanya dan membawa timnya ke Final NBA.
Selama 18 musimnya, Westbrook mengukir sejumlah pencapaian yang menempatkannya di jajaran elite liga. Ia dinobatkan sebagai MVP NBA pada musim 2016-2017, menjadi pemain kedua dalam sejarah liga yang mampu mencetak rata-rata triple-double sepanjang musim.
Westbrook juga memegang rekor sebagai pemimpin triple-double sepanjang masa NBA di musim reguler. Koleksi penghargaannya meliputi sembilan kali terpilih sebagai All-Star, sembilan kali masuk tim All-NBA, dua kali menjadi juara pencetak poin, dan tiga kali memimpin liga dalam assist. Ia juga merupakan anggota tim NBA's 75th Anniversary Team dan peraih medali emas Olimpiade.
Gaya bermain Westbrook yang eksplosif dan penuh energi telah mengubah cara pandang terhadap posisi point guard di NBA. Dengan kemampuan atletik yang luar biasa, ia seringkali mendominasi pertandingan dengan kecepatan, kekuatan, dan visi bermainnya.
Meskipun terkadang dikritik karena pengambilan keputusan atau persentase tembakan, tidak ada yang bisa menyangkal intensitas dan semangat kompetitif yang selalu ia bawa ke lapangan. Ia adalah prototipe atlet modern yang mampu mengisi statistik di berbagai kategori, menjadikannya ancaman triple-double setiap malam. Kehadirannya di lapangan selalu menjanjikan tontonan yang mendebarkan, baik bagi penggemar maupun lawan.

Setelah periode dominannya bersama Oklahoma City Thunder, Westbrook melanjutkan perjalanannya ke beberapa tim lain. Ia pernah bermain untuk Houston Rockets, Washington Wizards, Los Angeles Lakers, Los Angeles Clippers, Denver Nuggets, dan Sacramento Kings. Uniknya, ia juga sempat terdaftar di Utah Jazz dan menerima gaji lebih dari $18 juta, meskipun tidak pernah bermain satu pertandingan pun untuk tim tersebut.
Di luar lapangan, Westbrook juga dikenal karena komitmennya terhadap komunitas. Sejak direkrut pada tahun 2008, ia menjadikan keterlibatan sosial sebagai prioritas di setiap kota tempat ia bermain. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, ia mendirikan yayasan nirlaba bernama "Why Not? Foundation", yang dampak positifnya diharapkan akan terasa selama bertahun-tahun mendatang.
Sepanjang 18 tahun kariernya di NBA, Russell Westbrook diperkirakan telah menghasilkan sekitar $600 juta dalam pendapatan kotor. Angka ini mencakup gaji dari tim NBA, kontrak endorsement, biaya penampilan, dan berbagai usaha bisnis. Sekitar $350 juta dari total pendapatan tersebut berasal langsung dari gajinya sebagai pemain di tim-tim NBA.