Akunitas Manggarai Barat HadirMeriahkan Festival Golo Koe 2026, Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
Nofri Fuka August 13, 2026 12:43 PM

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Akunitas Manggarai Barat turut hadir dalam rangkaian Festival Golo Koe 2026 dengan membawa semangat pemberdayaan dan penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Akunitas, yang merupakan singkatan dari Asosiasi Kelompok Usaha Unitas, menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk membangun kebersamaan, memperluas jejaring serta mengembangkan potensi usaha berbasis produk lokal Manggarai Barat.

Mengusung semangat “Bersatu, Bertumbuh, dan Berdampak”, Akunitas mendorong pelaku UMKM agar semakin mandiri, kreatif, berdaya saing, dan mampu naik kelas.

Kehadiran Akunitas dalam Festival Golo Koe 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi serta pertukaran pengetahuan antarpelaku usaha.

 

Baca juga: Momen Hangat Penonton Bergandengan Tangan di Akhir Tarian Kolosal Festival Golo Koe Labuan Bajo

 

 

Beragam potensi daerah, mulai dari produk pangan, kerajinan, budaya, kreativitas hingga kearifan lokal masyarakat Manggarai Barat, menjadi bagian penting yang terus didorong untuk berkembang.

Akunitas melihat UMKM sebagai salah satu kekuatan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah perkembangan sektor pariwisata Labuan Bajo.

Melalui penguatan kapasitas, promosi produk, dan perluasan jejaring usaha, Akunitas berharap semakin banyak produk lokal Manggarai Barat dikenal oleh masyarakat luas dan mampu menembus pasar yang lebih besar.

“Dari lokal untuk Indonesia, bertumbuh bersama, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” menjadi semangat Akunitas dalam mendampingi dan mengembangkan UMKM Manggarai Barat.

Kehadiran Akunitas di Festival Golo Koe 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan produk dan kreativitas masyarakat Manggarai Barat kepada wisatawan dan pengunjung festival.

Peserta karnaval tampil mengenakan beragam busana adat, mulai dari pakaian adat Manggarai, berbagai suku di NTT, hingga busana adat dari sejumlah daerah di Indonesia.

Karnaval berlangsung meriah dan menarik perhatian warga serta wisatawan mancanegara yang berada di pusat pariwisata Labuan Bajo.

Umat Muslim juga turut mengambil bagian dalam parade tersebut. Kehadiran peserta lintas iman menjadi bagian dari semangat kebersamaan yang ditampilkan dalam Festival Golo Koe 2026.

Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Manggarai Barat menyambut para peserta karnaval di kawasan Waterfront Marina Labuan Bajo.

Karnaval budaya tersebut merupakan salah satu rangkaian Festival Golo Koe 2026 yang mempertemukan masyarakat dalam perayaan budaya, iman, dan kebersamaan.

Polisi Rekayasa Lalu Lintas

Sementara itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem contra flow selama pelaksanaan karnaval.

Rekayasa lalu lintas diberlakukan mulai pukul 14.00 Wita hingga kegiatan karnaval selesai.

Skema contra flow diterapkan di sejumlah ruas jalan utama pusat kota dan kawasan pariwisata Labuan Bajo.

Di antaranya di depan Kantor Dinas Tata Ruang Manggarai Barat, depan RS Siloam Labuan Bajo, depan Kantor Balai Taman Nasional Komodo, Pertigaan Sunrise, Pos Lantas BNI, ruas Jalan Soekarno Hatta Bawah, kawasan Waterfront Labuan Bajo, hingga kawasan kuliner Kampung Ujung.

Puluhan personel gabungan dari Polres Manggarai Barat, Dinas Perhubungan Manggarai Barat, dan Satpol PP Manggarai Barat dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas.

Personel ditempatkan di sejumlah persimpangan dan titik yang rawan terjadi penumpukan kendaraan.

Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan langsung dengan kegiatan Festival Golo Koe diimbau menggunakan jalur alternatif selama karnaval berlangsung.

Selain mengantisipasi kepadatan kendaraan, polisi memberikan perhatian khusus terhadap akses menuju fasilitas kesehatan.

Ruas jalan di depan RS Siloam Labuan Bajo dan Pertigaan Hotel Sunrise menjadi titik yang mendapat pengawasan untuk memastikan akses kendaraan, termasuk layanan kesehatan darurat, tetap berjalan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.