Duduk Perkara Pengeroyokan Perempuan yang Diduga Pelakor di Sampang, Polisi: Korban Mengakui
Januar August 13, 2026 01:32 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Inilah kronologi lengkap wanita di Sampang hingga tubuhnya diolesi sambal.

Video aksi kekerasan terhadap seorang perempuan Kabupaten Sampang, Madura, telah ditelusuri pihak kepolisian setempat.

Hasilnya, dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di sebuah tempat praktik bidan mandiri di Dusun Tetean, Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang pada (10/8/2026) sekitar 20.00 WIB.

Korban berinisial MR (27), diduga mengalami kekerasan setelah dituduh menjadi pelakor dan memiliki hubungan dengan suami salah seorang terlapor yakni, H (29) seorang bidan.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, polisi telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan melakukan penanganan awal.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, kejadian bermula ketika MR diajak oleh salah seorang terlapor berinisial H untuk datang ke tempat praktik bidan mandiri di Desa Bira Barat.

Setibanya di lokasi, korban mendapati lima orang. Dua di antaranya disebut merupakan terlapor, sedangkan tiga orang lainnya belum dikenal oleh korban.

Di tempat tersebut, H kemudian menanyakan kepada korban mengenai dugaan hubungan asmara dengan suaminya.

Baca juga: Diduga Selingkuh dengan Suami Orang, Wanita di Sampang Digerebek Ibu-ibu, Tubuhnya Diolesi Sambal

"Korban mengakui pernah menjalin hubungan dengan pria tersebut, namun mengaku hubungan itu telah berakhir," kata AKP Eko, Kamis (13/8/2026).

Persoalan tersebut kemudian berujung pada kekerasan. H diduga menampar pipi kanan korban dan menjambak rambutnya.

Aksi tersebut kemudian diduga diikuti S (45), yang disebut sebagai ibu kandung H. S diduga ikut menarik rambut korban hingga korban terjatuh.

Tak berhenti di situ, korban diduga mengalami tindakan yang lebih jauh, pakaian dalam korban ditarik hingga robek dan terlepas.

Korban juga diduga disiram menggunakan sambal pada bagian wajah dan area intim tubuhnya.

Setelah itu, korban disebut diseret keluar dari ruang praktik bidan. 

Aksi kekerasan tersebut direkam oleh salah seorang terlapor dan videonya kemudian tersebar hingga viral di media sosial.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami sejumlah keluhan fisik, di antaranya rasa sakit pada bagian kepala, leher belakang dan pergelangan tangan kanan," tutur AKP Eko.

"Korban juga mengalami rasa panas pada area intim selama sekitar dua hari," imbuhnya.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan, di antaranya satu buah jubah perempuan berwarna krem yang terdapat bekas siraman sambal.

Kemudian, satu celana dalam berwarna abu-abu yang dalam kondisi robek, serta rekaman video dugaan pengeroyokan.

"Saat ini, perkara masih dalam proses mendalami peran masing-masing pihak serta memastikan rangkaian kejadian berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti yang telah diamankan," pungkasnya. 

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.