Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus berinovasi memunculkan objek wisata baru di tengah kota.
Terbaru, Pemkot Madiun menjajaki potensi kerja sama dengan Perhutani untuk mewujudkan kawasan wisata edukasi pelestarian hutan.
Langkah konkret tersebut ditandai dengan kunjungan langsung Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun, ke Kantor Perhutani Forestry Institute (PeFi) di Jalan Rimba Mulya, Kelurahan Kartoharjo, Madiun, Kamis (13/8/2026).
Bagus menjelaskan bahwa kawasan PeFi memiliki potensi lahan yang sangat luas dan sarana lengkap untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan.
Baca juga: Gudang Narkoba di Kos Sidoarjo Digerebek, Pria Madiun Nekat Racik Tembakau Sintetis Pakai Hair Dryer
"Kota Madiun tengah mengembangkan titik-titik destinasi baru. Potensi Perhutani ini sangat luas dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, utamanya edukasi kehutanan dan pengenalan pelestarian hutan Indonesia," ujar Bagus Panuntun, Kamis (13/8/2026).
Guna mematangkan rencana tersebut, Pemkot Madiun akan menyusun nota kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Konsep ini nantinya akan dikoneksikan dengan kawasan baru yang tengah disiapkan Pemkot di seberang area Perhutani.
Sasarannya tidak hanya wisatawan dewasa, tetapi juga pelajar sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang ingin mempelajari ilmu kehutanan serta pelestarian alam secara langsung.
"Kami siapkan payung hukumnya agar terintegrasi. Anak-anak dan pelajar jadi sasaran utama edukasi, namun konsepnya tetap ramah untuk rombongan wisata umum," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perhutani Forestry Institute Madiun, Farid Januardi, menyambut baik kolaborasi tersebut.
Ia menyampaikan bahwa PeFi saat ini tengah bertransformasi menjadi strategic business unit knowledge center.
Dengan luas kawasan mencapai hampir 7 hektare, PeFi memiliki fasilitas lengkap seperti guesthouse berkapasitas 146 kamar, Forest Cafe, fasilitas olahraga, museum kehutanan, hingga arboretum seluas lapangan sepak bola.
"Konsep ini sangat selaras dengan tugas kami sebagai learning center. Kedepan kami tidak hanya melayani kegiatan internal, tetapi juga membuka fasilitas dan pengetahuan kehutanan untuk publik secara komersial," ungkap Farid.
Ia menambahkan, pengembangan wisata ini juga akan menyinergikan potensi dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) sekitarnya, meliputi KPH Lawu, KPH Madiun, dan KPH Saradan untuk memperkuat ekosistem pariwisata Kota Madiun.