SRIPOKU.COM – Penyebab seorang pegawai Diskominfo Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur nekat membakar kantornya sendiri akhirnya terungkap.
Adapun pegawai Diskominfo tersebut berinisial MFA (24).
Ia nekat membakar kantornya di Jalan Pahlawan No. 1, Kelurahan Timbau, Kalimantan Timur, Selasa (11/8/2026) pagi.
Setelah ditelusuri penyebab MFA nekat membakar kantornya itu karena kesal dirinya dijadikan bahan olokan rekan kerjanya.
Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang membenarkan, MFA adalah pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Adapun motif MFA membakar tempat kerjanya karena kesal menjadi sasaran bullying dan tidak terima diolok-olok oleh rekan kerjanya di lingkungan Diskominfo Kukar.
"Dia memang sering di-bully. Mungkin memuncaknya saat bullying terakhir, sehari sebelum kejadian, ketika fotonya kembali dijadikan bahan olok-olok," ujar Elnath
"Motifnya tidak ada yang lain. Hanya bercanda dan bullying seperti itu. Tetapi kalau dilakukan terus-menerus, tentu ada yang dipendam.
Mungkin kekesalannya memuncak dan akhirnya meledak," tegasnya, dikutip dari Kompas.com, Kamis (12/8/2026).
Atas perbuatannya, MFA dijerat Pasal 308 ayat (1) KUHP baru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang dengan sengaja menyebabkan kebakaran.
Ancaman pidananya paling lama sembilan tahun penjara.
Semua bermula dari tersangka memasuki ruang rapat lantai 3 dengan membawa wadah berisi bahan bakar jenis Pertalite.
“Pelaku kemudian diduga menyiramkan bahan bakar tersebut di bagian belakang pintu ruang rapat dan menyalakannya menggunakan korek api."
"Setelah melihat keberadaan salah seorang saksi, terduga pelaku kemudian berlari meninggalkan lokasi melalui tangga”, jelas Elnath, dikutip dari polreskukar.id.
Saksi lainnya juga melihat pelaku berlari menuruni tangga sambil membawa wadah yang sebelumnya digunakan untuk membawa bahan bakar.
Setelah kejadian tersebut, terduga pelaku juga diduga sempat menekan tombol emergency yang berada di depan ruang IKP menggunakan tangannya.
Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.30 WITA setelah dilakukan upaya pemadaman oleh masyarakat bersama petugas.
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Dalam kegiatan olah TKP, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Kutai Kartanegara menemukan sejumlah barang dan material yang berkaitan dengan kejadian, di antaranya tiga unit kamera CCTV yang terpasang di beberapa titik gedung, sisa material yang terbakar."
"Satu galon air mineral berkapasitas 19 liter serta satu botol air mineral berkapasitas 1,5 liter yang diduga masih berisi bahan bakar jenis Pertalite sekitar satu liter," ungkap Elnath .
Barang bukti tersebut kemudian diamankan oleh petugas untuk kepentingan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.
Sementara akibat kejadian ini, ruangan Diskominfo Kukar rusak berat dengan kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Suami Tembak Mantan Istri karena Tolak Rujuk, Sempat Ancam Bakar Rumah Mertua
Sebelumnya juga viral Abu Rahman, suami tembak mantan istri karena tolak rujuk.
Ia juga sempat mengancam membakar rumah mertuanya.
Insiden ini terjadi di warga Desa Wiralaga I, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Seorang wanita bernama Yanti (36) tewas ditembak mantan suaminya, Abu Rohman bin Sukiman (35).
Akibat penembakan itu, korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka tembak di paha kiri korban hingga menembus paha kanan.
Penembakan ini terjadi karena pelaku merasa sakit hati lantaran niatnya untuk rujuk ditolak.
Sehari sebelumnya pelaku mendatangi rumah orang tua korban untuk meminta kembali membina rumah tangga namun mendapat penolakan keras.
Pelaku sempat mengancam akan membakar rumah orang tua korban menggunakan senjata api yang dibawanya.
Korban yang merasa tertekan sempat menuruti keinginan pelaku untuk pergi ke rumahnya, sebelum akhirnya memutuskan pulang secara diam-diam pada pagi hari.
Saat korban berjalan di area pasar menuju rumah orang tuanya, pelaku membuntutinya dari belakang lalu mengarahkan tembakan tepat ke tubuh korban hingga roboh tak bernyawa.
"Peristiwa tragis tersebut terjadi di area Pasar Desa Wiralaga I, Senin (10/8/2026) sekira pukul 06.00 WIB," tegas Kapolres Mesuji AKBP M Firdaus, Senin (10/8 Histeris Sang Anak dan Penyelidikan Polisi/2026).
Suasana di lokasi penembakan semakin memilukan saat anak kandung korban mendapati ibunya sudah tergeletak tidak bernyawa di tengah area pasar.
Jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas bersama warga setempat ke Puskesmas Wiralaga I untuk menjalani penanganan medis serta identifikasi awal.
Usai melancarkan aksinya di tempat umum, pria asal Desa Sungai Ceper, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.