BREAKING NEWS: Tambang Emas Marisa Gorontalo Longsor, 5 Tewas, Jasad Dibungkus Karung Dipikul Bambu
Theresia Felisiani August 13, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, GORONTALO - Insiden longsor di kawasan tambang emas Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, ramai beredar di media sosial sejak Rabu (12/8/2026) malam.

Dalam unggahan disebutkan ada pekerja tambang yang tertimbun material longsor, meski jumlah dan kondisi pasti korban belum dapat dipastikan.

Di media sosial juga berseliweran ada lima korban jiwa disertai foto kondisi lokasi yang gelap, berlumpur, serta jasad yang dibungkus karung dan dipikul menggunakan bambu.

Tambang emas Marisa di Kabupaten Pohuwanto, Gorontalo merupakan wilayah penambangan emas yang memiliki sejarah panjang baik dari skala pertambangan rakyat maupun korporasi. 

Jenis pertambangan didominasi oleh aktivitas tambang rakyat atau tradisional di kawasan hutan dan Daerah Alisan Sungai (DAS) serta proyek tambang berskala besar yang dikelola secara legal oleh perusahaan pertambangan.

Terpisah Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Bumi Panua, Pohuwato, dr. Dian Ikagustina Tambunan, mengonfirmasi ada lima warga meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di kawasan tambang Ilegam, Marisa, Kabupaten Pohuwato.

Baca juga: Bareskrim Bongkar Pasokan 18,1 Ton Sianida Ilegal ke Tambang Emas Ilegal

Dian mengatakan kelima korban telah dirujuk ke RSUD Bumi Panua pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 04.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia.

“Lima korban sudah dalam kondisi meninggal saat dirujuk ke rumah sakit sekitar pukul 04.00 subuh,” kata Dian.

 

5 Jenazah Sudah Dipulangkan ke Rumah Duka, Satu Korban Masih Dirawat

Setelah penanganan di rumah sakit selesai, kelima jenazah dipulangkan ke alamat masing-masing di wilayah Mananggu, Kabupaten Boalemo, dan tiba sekitar pukul 07.00 Wita.

“Jam 7 sudah clear semua. Korban sudah diantarkan ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan masih ada satu penambang yang saat ini dirawat di rumah sakit tersebut.

“Iya masih ada satu orang yang dirawat di RS,” katanya.

 

Viral Longsor di Kawasan Tambang Emas Marisa

Informasi mengenai dugaan longsor di kawasan tambang emas Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, ramai beredar di media sosial sejak Rabu (12/8/2026) malam.

Awak TribunGorontalo.com menghimpun informasi awal dari sejumlah unggahan warga di Facebook.

Amal Yusif Ladoni menyebut adanya lima korban jiwa disertai foto kondisi lokasi yang gelap, berlumpur, serta jasad yang dibungkus karung dan dipikul menggunakan bambu.

"Lima korban ya Allah kejadian di tambang Marisa," ungkapnya.

5 KORBAN LONGSOR -- Kolase foto dugaan korban longsor di tambang Marisa, Pohuwato, Gorontalo. (Sumber: Rasyid Mantulu)

Atha Mam Syawal & Mey Ibura: Menyebutkan ada empat warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, yang menjadi korban.

"Telah meninggal dunia 4 orang warga desa bendungan mananggu, di tambang Marisa tertimbun tanah longsor,"

Yuyun Lida menyampaikan ucapan duka bagi empat warga Mananggu.

"4 warga manangu meninggal dunia akibat longsor terjadi di tambang emas. Selamat jalan orang orang baik,"

Rasmin Nusi pun menuliskan rincian korban yang berbeda.

"Masih mo slamat di mana olo ati klw so bgni longsor di tambang Marisa. Korban 1 orang paguyaman, 4 korban orang bendungan."

tambang emas gorontalo longsor 2
KORBAN LONGSOR - Tangkapan layar video Facebook. Sejumlah warga dikabarkan meninggal dunia akibat longsor. (Sumber: Tangkapan layar Video Facebook)

Saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Vika, seorang warga Mananggu, membenarkan kabar duka tersebut dan menyebutkan salah satu korban bernama Sandi merupakan alumni Jurusan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

"Satu di antara namanya Sandi dari Jurusan Sejarah, UNG," kata Vika kepada TribunGorontalo.com, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, identitas tersebut baru bersumber dari keterangan warga dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak keluarga maupun instansi berwenang.

Terdapat pula informasi tambahan mengenai satu orang korban lain yang disebut berasal dari Paguyaman, namun asal-usulnya belum terverifikasi secara independen.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.