Mikel Arteta Tetap Dipercaya Arsenal Meski Tiga Kali Finis Kedelapan, Fabregas Puji Kesabaran Klub
Ani Susanti August 13, 2026 03:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Cesc Fabregas melihat keberhasilan Arsenal berkembang menjadi salah satu kekuatan utama di Liga Inggris tidak terlepas dari kesabaran klub dalam menjalankan proyek bersama Mikel Arteta.

Pelatih Como 1907 itu menyampaikan pandangannya setelah timnya menghadapi Arsenal dalam laga uji coba di Emirates Stadium, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.

Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1 selama waktu normal. Arsenal kemudian keluar sebagai pemenang melalui adu penalti.

Fabregas, yang pernah memperkuat Arsenal sebagai pemain selama delapan tahun, menilai perkembangan The Gunners merupakan hasil dari konsistensi manajemen dalam mempertahankan rencana yang telah dibuat.

Baca juga: Bruno Guimaraes Merapat, Arsenal Kini Bidik Bradley Barcola yang Diincar Liverpool

Arteta ditunjuk sebagai pelatih Arsenal pada 20 Desember 2019.

Dalam beberapa musim awal, perjalanan Arsenal bersama pelatih asal Spanyol tersebut tidak selalu mulus.

Meski hasil yang diraih sempat naik-turun, manajemen tetap memberikan kepercayaan kepada Arteta. Keputusan tersebut kemudian membuahkan hasil.

Arsenal berkembang menjadi tim yang semakin konsisten di kompetisi domestik.

uncaknya, Arteta berhasil membawa The Gunners mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara Premier League sejak musim 2003-2004 pada musim lalu.

Arteta juga hampir membawa Arsenal meraih trofi Liga Champions untuk pertama kalinya.

Namun, langkah mereka terhenti setelah kalah dari PSG di partai final musim lalu.

Bagi Fabregas, konsistensi Arsenal dalam mempertahankan Arteta menjadi sesuatu yang patut diapresiasi.

Ia menilai klub tersebut tidak terburu-buru mengganti pelatih hanya karena mendapatkan hasil buruk dalam beberapa pertandingan.

"Selamat kepada Arsenal secara keseluruhan, dimulai dari tujuh atau delapan tahun lalu ketika mereka pertama kali memulai proyek ini," kata Fabregas seperti dikutip BolaSport.com dari Metro.

"Sebab, apa yang Anda lihat di sepak bola setiap hari, apa yang dilakukan Arsenal, terutama di saat-saat sulit, adalah hal yang langka."

"Saya memberi tahu Edu dan Andrea (Berta) ketika saya datang tahun lalu ke pertandingan Liga Champions."

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh klub atas kesabaran, kebersamaan, dan kepatuhan pada rencana yang telah disusun selama tiga tahun berturut-turut."

Fabregas Terapkan Pendekatan Serupa di Como

Fabregas mengatakan dirinya juga merasakan manfaat dari kepercayaan klub terhadap proses di Como 1907.

Ia mengaku mendapatkan ruang untuk mengembangkan ide dan pendekatan taktiknya setelah dipercaya menangani klub tersebut.

"Saya sangat beruntung berada dalam proyek ini (di Como), tentu saja dengan level, sejarah, dan dinamika yang berbeda."

"Namun, kami mencoba melihat stabilitas, nilai-nilai, serta budaya yang dimiliki Arsenal."

Perjalanan Fabregas bersama Como juga menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Setelah membawa I Lariani promosi ke Serie A pada musim 2024-2025, ia kemudian berhasil mengantarkan klub tersebut tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah pada musim 2026-2027.

Baca juga: Arsenal Diminta Rekrut 2 Pemain Bintang Perkuat Skuad Mikel Arteta di Bursa Transfer

Fabregas Kritik Kebiasaan Gonta-ganti Pelatih

Menurut Fabregas, sepak bola modern sering kali tidak memberikan waktu yang cukup bagi seorang pelatih untuk membangun proyek jangka panjang.

Ia mencontohkan situasi ketika sebuah tim mengalami beberapa kekalahan dan manajemen langsung mengambil keputusan untuk mengganti pelatih.

Pergantian tersebut kemudian bisa membuat filosofi permainan ikut berubah.

"Koreksi saya jika salah, mereka sempat finis di urutan kedelapan, kedelapan, dan kedelapan."

"Pada tahun keempat, mereka hampir lolos ke Liga Champions tetapi mengalami kekecewaan besar usai disalip Tottenham hingga finis di urutan kelima."

"Namun, mereka terus melangkah karena memiliki rencana, tujuan, dan kemajuan yang jelas."

"Hal seperti inilah yang sering kali hilang dalam dunia sepak bola saat ini."

Baca juga: Sosok Mikel Arteta, Pelatih yang Bawa Arsenal Juara Premier League setelah 22 Tahun Penantian

"Anda kalah dalam tiga pertandingan lalu mengganti pelatih."

"Pelatih lama memainkan satu gaya, pelatih baru memainkan gaya lain."

"Pada akhirnya, saya tidak terlalu percaya pada skema seperti itu," tegas Fabregas.

Fabregas kemudian memberikan apresiasi kepada Arteta atas apa yang telah dibangunnya bersama Arsenal.

"Saya rasa Mikel (Arteta) telah melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa, jadi saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka," tutur sosok berusia 39 tahun itu menambahkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.