TRIBUNNEWS.COM - Anggita Ayu Mahanani, siswi SMAN 1 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil melangkah ke tingkat nasional setelah lolos seleksi Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi buah manis dari proses panjang dan disiplin latihan ketat yang telah ia jalani sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Ibu Anggita, Sundariyah (53) mengungkapkan rasa haru dan bangga atas pencapaian putrinya.
"Terus terang sangat bangga, senang campur aduk ya Mbak," ujarnya, dikutip dari YouTube TribunJogja.com program Saksi Kata, Rabu (12/8/2026).
Sundariyah bekerja sebagai tukang jahit di Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul.
Kabupaten Bantul berbatasan langsung dengan Yogyakarta dan Kabupaten Sleman di sebelah utara, Kabupaten Gunungkidul di sebelah timur, Kabupaten Kulon Progo di sebelah barat, serta Samudra Hindia di sebelah selatan.
Jaraknya ke pusat kota Yogyakarta sekitar 11 hingga 15 kilometer.
Baca juga: Rara Tinggalkan Porprov, Christopher Kurangi Nongkrong demi Paskibraka
Ketertarikan Anggita terhadap dunia baris-membaris tidak tumbuh secara instan.
Sejak kecil, ia sudah menunjukkan minat setiap kali menyaksikan jalannya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi melalui layar kaca.
"Memang kebetulan waktu kecil itu kan sering saya ajak pas upacara 17-an di TV. Jadi terus dia itu kok kelihatannya senang gitu, terus termotivasi," kata ibunya.
Langkah konkret Anggita dimulai saat ia bergabung dengan pleton inti (tonti) sewaktu SMP.
Memasuki jenjang SMA, porsi latihan fisik dan pembinaan karakter yang diterimanya semakin intensif.
Usaha keras tersebut membawanya terpilih masuk dalam sepuluh siswa terbaik di sekolahnya untuk dikirim mengikuti seleksi Paskibraka tingkat kabupaten hingga akhirnya menembus level nasional.
Padatnya rutinitas latihan kerap membuat Anggita menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah.
Baca juga: Sepekan Sebelum Bertugas di Istana, Paskibraka Latihan Upacara HUT ke-81 RI di PPSDM Kemendikdasmen
Selepas jam sekolah dan latihan resmi pada sore hari, ia masih melanjutkan kegiatan bersama rekan-rekannya.
"Kalau kesehariannya itu jarang di rumah ya Mbak. Pulang itu sudah malam, paling jam sembilan baru pulang, kadang jam sepuluh malam juga. Selesai latihan jam lima sore dari sekolah, nanti ke rumah teman dekat sekolah untuk mengerjakan tugas, lalu lanjut latihan fisik bersama," tuturnya.
Menariknya, keterlibatan aktif di Paskibraka turut mengubah arah cita-cita Anggita.
Semula, ia berkeinginan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran.
Namun, pengalaman selama proses seleksi mendorongnya untuk memantapkan niat berkarier di bidang militer melalui Akademi Militer (Akmil).
Selain berprestasi di jalur Paskibraka, Anggita juga tercatat sebagai atlet cabang olahraga anggar.
Ia pernah menyumbangkan medali perak pada Pekan Olahraga Kabupaten (Popkab) serta medali perunggu kategori beregu pada Pekan Olahraga Daerah (Popda).
Untuk sementara waktu, seluruh aktivitas di bidang olahraga tersebut diistirahatkan agar ia dapat fokus penuh pada tugas negara.
Saat ini, Anggita telah berada di pemusatan latihan Jakarta dan menerapkan batas komunikasi ketat selama masa pembinaan.
Pihak keluarga berharap Anggita dapat menjalankan tugas dengan lancar dan memberikan yang terbaik pada Peringatan Hari Kemerdekaan mendatang.
(Tribunnews.com/Mohay)