Revolusi Belanda! Xavi Hernandez ditunjuk sebagai pelatih kepala Belanda dengan kontrak jangka panjang, mantan bos Barcelona gantikan Ronald Koeman
Budi Santoso August 13, 2026 02:39 PM

Belanda memilih ikon Barcelona untuk memimpin tim nasional mereka memasuki era baru yang berani, dengan secara resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala anyar. Menggantikan Ronald Koeman setelah pencarian yang berlangsung panjang, gelandang legendaris itu berkomitmen pada proyek jangka panjang yang akan membuatnya menukangi Oranje dalam dua siklus turnamen besar berikutnya.

Xavi menandatangani kontrak jangka panjang bersama Oranje

Dalam langkah yang mengguncang sepak bola Eropa, KNVB mengonfirmasi bahwa Xavi adalah pelatih kepala baru Belanda. Pria Catalan berusia 46 tahun itu menggantikan Koeman, yang pergi setelah Oranje tersingkir di babak 32 besar melawan Maroko pada Piala Dunia musim panas ini. Xavi telah meneken kontrak menyeluruh yang berlaku hingga 2030, memastikan ia akan memimpin tim pada Kejuaraan Eropa 2028 di Britania Raya dan Irlandia, serta Piala Dunia 2030.

Xavi menjadi pelatih asing ke-21 yang memimpin Belanda, namun yang pertama sejak Ernst Happel asal Austria menduduki jabatan tersebut pada periode 1977 hingga 1978. Meski mantan gelandang Barcelona itu akan membawa staf kepelatihan kepercayaannya sendiri ke KNVB, unsur domestik yang kuat akan tetap dipertahankan dalam susunan teknis tim.

Ikatan khusus dengan sepak bola Belanda

Berbicara setelah pengumuman itu, Xavi mengungkapkan kedekatan emosionalnya yang mendalam dengan filosofi Sepak Bola Total yang lahir di Belanda. Ia mengatakan: 'Saya merasa sangat terhormat menjadi pelatih tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang dididik di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari tokoh seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasakan hubungan khusus dengan sepak bola Belanda.'

Pelatih baru itu juga segera memberi penghargaan kepada sejumlah legenda Belanda atas peran mereka dalam perkembangannya, baik sebagai pemain maupun pelatih, selama berada di Camp Nou. Xavi melanjutkan: 'Bisa dibilang saya ini sedikit anak dari sepak bola Belanda. Pelatih-pelatih hebat lain, terutama Louis van Gaal, di bawah asuhannya saya menjalani debut di Barcelona, dan Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih. Tentu saja, tujuan terpenting adalah dan akan selalu menang, tetapi saya lebih suka melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik itu dan dapat dinikmati orang-orang. Potensi untuk itu ada, begitu juga fondasi yang kuat untuk dibangun.'

Pimpinan KNVB sambut penunjukan bersejarah

Jajaran pimpinan KNVB menyatakan kebanggaan besar karena berhasil mengamankan sosok dengan profil setinggi itu untuk menggantikan Koeman. Direktur Sepak Bola Profesional Marianne van Leeuwen menyoroti pedigree elite Xavi sebagai faktor penentu. Van Leeuwen menyatakan: 'Dengan Xavi, kami mendatangkan seseorang yang mengenal level tertinggi sepak bola internasional sebagai pemain dan pelatih.'

Nigel de Jong, direktur teknik KNVB dan mantan gelandang Manchester City, juga membagikan antusiasmenya terkait perubahan arah taktik ini. De Jong menjelaskan: 'Setiap siklus baru membutuhkan pandangan segar tentang ke mana kami ingin pergi, apa yang kami perlukan untuk itu, dan pelatih tim nasional yang tersedia mana yang paling cocok.'

Membangun kelanjutan dari karier kepelatihan yang gemilang

Penunjukan ini menandai kembalinya Xavi ke dunia kepelatihan setelah ia meninggalkan Barcelona pada 2024 dan digantikan oleh Hansi Flick. Masa tugasnya di Camp Nou ditandai dengan keberhasilan meraih gelar La Liga pada musim 2022-23, ketika ia secara kebetulan juga menggantikan Koeman, sama seperti yang kini terjadi di tim nasional. Sebelum kembali secara emosional ke Catalunya, Xavi memulai perjalanan melatihnya pada 2019 bersama Al-Sadd di Qatar.

Xavi akan melakoni debutnya di bangku cadangan Belanda pada Kamis, 24 September, saat tim Belanda menjamu Jerman dalam laga Nations League bergengsi di Johan Cruyff Arena. Pertandingan itu akan menjadi yang pertama dari rangkaian laga fase grup bagi Xavi bersama Oranje, yang juga dijadwalkan menghadapi Serbia dan Yunani dalam kompetisi tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.