TRIBUNPAPUABARAT.COM – Raja Ampat di Papua Barat Daya menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam luar biasa.
Namun, untuk menikmati pesona kepulauan ini, wisatawan perlu menyiapkan biaya perjalanan yang tidak sedikit.
Karena itu, menabung sebelum berlibur ke Raja Ampat menjadi hal penting agar perjalanan dapat dilakukan dengan lebih nyaman tanpa terkendala biaya.
Lantas, mengapa liburan ke Raja Ampat membutuhkan dana yang cukup besar?
1. Perjalanan menuju Sorong membutuhkan biaya
Bagi wisatawan dari Jakarta, perjalanan menuju Raja Ampat dapat dimulai dengan penerbangan menuju Bandara Domine Eduard Osok, Sorong.
Perjalanan melalui jalur udara membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 7 jam.
Sementara harga tiket pesawat berada di kisaran Rp2,9 juta hingga Rp3,6 juta, tergantung maskapai, waktu pemesanan, dan tanggal keberangkatan.
Selain pesawat, wisatawan juga dapat menggunakan kapal Pelni dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Sorong.
Harga tiket kapal Pelni untuk penumpang dewasa sekitar Rp1.028.000, tetapi waktu tempuhnya jauh lebih lama, yakni sekitar 5 hari 20 jam.
2. Dari Sorong masih harus menyeberang ke Waisai
Tiba di Sorong bukan berarti perjalanan ke Raja Ampat sudah selesai.
Wisatawan masih harus menuju Pelabuhan Rakyat Sorong untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal feri menuju Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat.
Dari Sorong, perjalanan menggunakan kapal feri membutuhkan waktu maksimal sekitar 2 jam.
Wisatawan juga perlu menggunakan taksi atau ojek untuk menuju pelabuhan sebelum membeli tiket feri.
3. Keliling Raja Ampat membutuhkan biaya lagi
Setelah tiba di Waisai, wisatawan tentu ingin menjelajahi keindahan Raja Ampat.
Untuk berkeliling ke berbagai pulau dan lokasi wisata, wisatawan dapat menggunakan jasa travel dengan kapal atau speedboat.
Pilihan turnya beragam, mulai dari perjalanan satu hari pulang-pergi hingga empat hari dengan menginap.
Biaya trip tersebut berada di kisaran Rp4,5 juta – Rp7 juta.
Semakin lama durasi perjalanan, semakin banyak pula lokasi wisata yang dapat dikunjungi.
Ada banyak pilihan pulau yang bisa dijelajahi wisatawan saat berkeliling Raja Ampat.
4. Ada biaya konservasi untuk menjaga alam Raja Ampat
Biaya perjalanan ke Raja Ampat juga berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian alamnya.
Wisatawan dikenakan biaya perawatan atau konservasi yang digunakan untuk membantu menjaga kawasan laut dan hutan Raja Ampat.
Biaya tersebut juga menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat lokal yang ikut menjaga kawasan tersebut.
Namun, bagi wisatawan yang mengikuti paket tur, sejumlah biaya tersebut bisa saja sudah termasuk dalam harga paket yang ditawarkan.
5. Biaya besar itu sebanding dengan kekayaan alam Raja Ampat
Meski membutuhkan biaya yang cukup besar, Raja Ampat menawarkan kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
Raja Ampat berada di jantung Coral Triangle atau Segitiga Karang Dunia.
Kawasan tersebut dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia.
Raja Ampat memiliki 1.318 jenis ikan, 699 jenis moluska, dan 537 jenis hewan karang.
Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat menikmati keanekaragaman terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, hingga pantai dan tebing berbatu.
Dengan berbagai biaya yang harus dipersiapkan, mulai dari perjalanan menuju Sorong, penyeberangan ke Waisai hingga biaya menjelajahi pulau-pulau, menabung sebelum berangkat menjadi langkah penting bagi wisatawan yang ingin menikmati Raja Ampat dengan lebih leluasa.
Keindahan alam dan kekayaan fauna yang ditawarkan pun membuat biaya perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengalaman untuk menikmati salah satu kawasan laut paling kaya di dunia. (*)